Advertisement
Indonesia Positif

Sekretaris DPD GMNI Jatim: Tegaskan Degradasi Moral dan Perusakan Reformasi Hukum

Sekretaris DPD GMNI Jawa Timur, Ach Ainur Rohman memberikan dukungan tegas terhadap aksi demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Jaga Demokrasi di Jogja pada Kamis (24/11/2 ...

TIMES Indonesia,
Sekretaris DPD GMNI Jatim: Tegaskan Degradasi Moral dan Perusakan Reformasi Hukum
Sekretaris DPD GMNI Jawa Timur, Ach Ainur Rohman. (Foto: GMNI)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JAKARTA Sekretaris DPD GMNI Jawa Timur, Ach Ainur Rohman memberikan dukungan tegas terhadap aksi demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Jaga Demokrasi di Jogja pada Kamis (24/11/2023).

Menurutnya, aksi ini merupakan langkah positif rakyat dan mahasiswa untuk mengingatkan terjadinya degradasi moral penguasa serta merespons dugaan perusakan reformasi hukum dan pelanggaran konstitusi oleh pemerintahan Jokowi.

Advertisement

"Aksi rakyat dan mahasiswa di Jogja adalah upaya penting untuk mengingatkan degradasi moral penguasa. Pemerintahan Jokowi telah merusak reformasi hukum dan menciptakan cacat konstitusi. Segala cara dihalalkan untuk melanggengkan kekuasaan, dan hal ini mengancam persatuan anak bangsa," tegas Ainur Rohman.

Dia menekankan bahwa konsolidasi rakyat dan mahasiswa akan terus mengalir, termasuk di Jawa Timur, untuk melawan sikap otoritarian negara dan praktik KKN baru. Aktifis yang akrab dipanggil Inung ini juga menyebut bahwa aksi serupa direncanakan akan digelar di Jawa Timur sebagai respons terhadap "kemunduran demokrasi" di Indonesia.

Sebagaimana dilaporkan, Aliansi Jaga Demokrasi yang terdiri dari ratusan mahasiswa dan masyarakat menggelar Mimbar Demokrasi di Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja, Bantul, dengan tema 'Mahasiswa Bersama Rakyat Tolak Politik Dinasti dan Pelanggar HAM'.

Koordinator Umum Aliansi Jaga Demokrasi, Muhammad Suhud, menyatakan bahwa mimbar demokrasi ini mencerminkan keresahan bersama dari mahasiswa dan masyarakat umum di Jogja terkait isu-isu publik, termasuk putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai batas umur Capres-cawapres.

Suhud menambahkan bahwa mimbar demokrasi ini diikuti oleh perwakilan dari 35 kampus di Jogja dan masyarakat umum, menunjukkan adanya dukungan yang luas terhadap aspirasi bersama.(*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia