Batik Khas Bontang Bersertifikat HAKI, Ini Maknanya
Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang telah melauching Batik khas Bontang di pendopo rumah jabatan Wali Kota Bontang pada Kamis (23/11/2023). ...

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
BONTANG – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang telah melauching Batik khas Bontang di pendopo rumah jabatan Wali Kota Bontang pada Kamis (23/11/2023).
Namun tidak banyak yang tahu jika batik yang sudah mendapat label Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) ini mempunyai makna dan corak yang tersendiri.
Melihat desain batik ini, tampak tidak banyak corak. Tampilan kotak kotak justru lebih dominan. Kotak kotak yang diilustrasikan seperti jaring atau jala bermakna simbol sumber daya manusia yang saling bersimpul menguatkan satu sama lain untuk menangkap dan menyerap aspirasi dan makna kehidupan yang saling berkesinambungan antar suku, budaya, agama, dan ras.
Tak ketinggalan hewan khas Bontang burung kuntul perak. Dalam batik khas Bontang 2 burung kuntul perak dijadikan maskot utama bersama liukan sungai Bontang dan ikan berbentuk lambang tak terhingga.
“Burung kuntul perak tetap ada dalam desain batik, maknanya jelas burung sebagai burung khas. Ia juga disimbolkan sebagai burung pendatang yang berpindah secara berkelompok dan energi, sesuai ciri masyarakat Bontang yang pendatang dan pekerja yang enerjik,”jelas Kadispopar Bontang Ahmad Aznem..
Aznem pun melanjutkan, jika motif alur sungai diambil dari sisi positif yang dengan natural sungai berakar, mangrove diartikan sebagai penahan abrasi yang bermakna penopang kekuatan Kota Bontang.
“Alhamdulillah, batik khas Bontang sudah dapat sertifikat Hak Kekayan Intelektual dari Kemenkumham,” tutup Kadispopar Bontang Ahmad Aznem. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


