Advertisement
Indonesia Positif

Bangun Sinergitas Layanan Arsip Berkualitas, Disperpusip Jatim Bimtek Aplikasi Srikandi

Lembaga yang mengurusi bidang perpustakaan dan kearsipan tersebut membangun sinergitas layanan arsip yang dinamis dan berkualitas ... ...

TIMES Indonesia,
Bangun Sinergitas Layanan Arsip Berkualitas, Disperpusip Jatim Bimtek Aplikasi Srikandi
Sekretaris Disperpusip Jatim, Dwiko Yudhi Widodo, SH, MAP mewakili Kepala Disperpusip Jatim, Ir. Tiat S. Suwardi membuka Bimtek Aplikasi Srikandi bagi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemprov Jatim , Jumat (24/11/2023). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesi
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

SURABAYA Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atau Disperpusip Jatim terus membangun sinergitas antar lembaga di lingkup pemerintahan.

Kali ini, lembaga yang mengurusi bidang perpustakaan dan kearsipan tersebut membangun sinergitas layanan arsip yang dinamis dan berkualitas melalui bimbingan teknis (bimtek) aplikasi sistem informasi kearsipan dinamis terintegrasi (Srikandi). 

Advertisement

Aplikasi Srikandi merupakan hasil kolaborasi bersama antara KemenPAN RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi), Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika), BSSN (Badan Siberi dan Sandi Negara) dan ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia). 

Sekretaris Disperpusip Jatim, Dwiko Yudhi Widodo, SH, MAP mewakili Kepala Disperpusip Jatim, Ir. Tiat S. Suwardi, MSi mengatakan, upaya tersebut dilakukan untuk membangun tata kelola kearsipan yang lebih efektif dan efisien. 

Pembangunan tata kelola itu mengacu pada lima poin yang perlu diperhatikan, yakni soal SDM, infrastruktur, struktur organisasi yang disederhanakan, pelayanan publik dan sistem di dalamnya serta reformasi birokrasi. 

Disperpusip-Jatim-2.jpg
Peserta Bimtek Aplikasi Srikandi bagi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemprov Jatim di Hotel Swiss Belinn Manyar, Surabaya, Jumat (24/11/2023). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

"Penerapan aplikasi ini sebagai implementasi Perpres nomor 95 tahun 2018 tentang SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) yang mengatur soal pelayanan ketersediaan arsip dan informasi terpercaya di pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang sistematis, komprehensif serta terpadu sesuai perkembangan teknologi informasi," jelasnya saat membuka Bimtek Aplikasi Srikandi bagi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemprov Jatim di Hotel Swiss Belinn Manyar, Surabaya, Jumat (24/11/2023). 

Advertisement

Ia berharap penerapan langkah tersebut bisa diimplementasikan di seluruh instansi di Pemprov Jatim. Termasuk dalam mewujudkan pelayanan arsip yang berkualitas dan dinamis, keseragaman dan keterpaduan pengelolaannya serta tata kelola yang bersih, efektif, transparan dan akuntabel. 

"Saat ini kita masih terkendala karena Provinsi Jawa Timur sendiri telah menerapkan TNDE (Tata Naskah Dinas Elektronik). Dan ke depan, penerapan tersebut diharapkan bisa disandingkan dengan aplikasi Srikandi," tegasnya.

Namun, perlu langkah-langkah konkret. Yaitu dengan cara sosialisasi, bimtek, penyiapan peraturan sebagai payung hukum, melakukan magang serta meminta akun aplikasi Srikandi kepada ANRI. 

"Untuk merefresh ulang pemahaman dan implementasi aplikasi Srikandi ini perlu dilakukan bimbingan teknis. Karena ini menjadi acuan bersama dalam memberikan layanan administrasi pemerintah dengan menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik," kata Dwiko.

Sementara itu, penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman terhadap perangkat daerah sehingga implementasi Aplikasi Srikandi dapat dilaksanakan pada tahun 2024 sebagai wujud transformasi digital di bidang kearsipan.

Pada kesempatan yang sama, Pranata Komputer Ahli Madya ANRI, Irwanto Eko Saputro, ST, MMSI saat memberikan materi menyampaikan pentingnya sebuah pemahaman bersama seluruh aparatur pemerintah yang menangani kearsipan berbasis teknologi informasi. Mengingat, aplikasi ini dibangun untuk memudahkan tata kelola kearsipan di lingkup pemerintah. 

"Implementasi Srikandi diharapkan menjadi salah satu jalan dalam peningkatan kinerja pemerintahan, dimana penyelenggaraan pemerintahan dapat dilaksanakan dengan lebih baik karena didukung penyelenggaraan kearsipan," terangnya. 

Di samping itu, aplikasi ini dibangun untuk melindungi sesuatu yang berharga. Oleh karena itu, keamanan menjadi aspek yang penting dari sebuah sistem. 

"Diantaranya melalui implementasi Srikandi yang lebih baik dan supportif dimana ujungnya adalah peningkatan pelayanan bagi publik," imbuh Irwanto Eko.

Disisi lain, Pranata Komputer Ahli Muda Diskominfo Jatim, I Wayan Rudy Artha, S.Kom menyampaikan bagaimana pentingnya penerapan soal SPBE. Apalagi penerapan tersebut perlu dibangunnya sistem penghubung layanan pemerintah yang harus memenuhi standar dan kelaikan operasi dan keamanannya. 

"Lalu juga memenuhi standar interoperabilitas, dan memudahkan integrasi data dan layanan SPBE itu sendiri," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Disperpusip Jatim terus membangun sinergitas antar lembaga di lingkup pemerintahan. Kali ini, lembaga yang mengurusi bidang perpustakaan dan kearsipan tersebut membangun sinergitas layanan arsip yang dinamis dan berkualitas melalui bimbingan teknis (bimtek) aplikasi sistem informasi kearsipan dinamis terintegrasi (Srikandi). (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Lely Yuana
PenulisLely YuanaPernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (AWS). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 8 September 2017. Meliput berbagai topik, termasuk politik, birokrasi, hukum, gaya hidup, seni dan budaya, serta isu sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia