Advertisement
Indonesia Positif

Jelang Masa Kampanye, MUI dan Pemkab Bondowoso Siap Kawal Pemilu Damai

Tinggal sehari lagi Kampanye Pemilu 2024 akan segera dimulai. Seperti diketahui Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan masa kampanye sejak 28 November 2023 hingga 10 Febr ...

TIMES Indonesia,
Jelang Masa Kampanye, MUI dan Pemkab Bondowoso Siap Kawal Pemilu Damai
Majelis Ulama Indonesia dan Pemkab Bondowoso berkomitmen kawal Pemilu Damai (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BONDOWOSO Tinggal sehari lagi Kampanye Pemilu 2024 akan segera dimulai. Seperti diketahui Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan masa kampanye sejak 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bondowoso dan Pemkab Bondowoso berharap, selama masa kampanye hingga hari pemungutan suara berjalan dengan damai. 

Advertisement

Bahkan para ulama dari berbagai wilayah bersama Pemkab Bondowoso berkumpul untuk bersama mengawal Pemilu 2024. 

Mereka telah melaksanakan rembuk bareng dengan tema "Multaqo Ulama Umara' bersama Mengawal Pemilu Damai" yang diselenggarakan Bagian Kesra Pemkab Bondowoso dan MUI Bondowoso Sabtu (25/11/2023) kemarin. 

Pj Bupati Bondowoso Bambang Soekwanto melalui Pj Sekda Bondowoso, Haeriyah Yuliati mengatakan, Pemkab berkomitmen untuk menyelenggarakan Pemilu yang aman, tertib dan jujur. 

Oleh karena itu kata dia, Pemkab Bondowoso akan terus bekerja sama dengan aparat keamanan dan instansi terkait lainnya. 

Haeriyah menilai Pemkab memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pesta demokrasi harus berlangsung secara jujur, adil dan damai. 

Advertisement

"Kehadiran ulama dan umara' di sini juga sangat berarti. Karena kebijaksanaan dan pandangan mereka akan memberikan arahan bagi kita semua," kata dia. 

Dia berharap semua elemen masyarakat, terutama para ulama umara, tokoh agama dan tokoh masyarakat menjaga semangat kebersamaan dan persatuan di tengah perbedaan pilihan politik. 

Termasuk para calon  tim sukses dan masyarakat, harus menjalani proses Pemilu dengan sikap yang santun serta mengedepankan nilai-nilai keadilan. 

"Jangan biarkan perbedaan pandangan politik memecah belah kita," terang dia. 

Wakil Ketua Umum MUI Jawa Timur, Prof. Abdul Halim Subahar menegaskan, secara kelembagaan MUI tak memihak siapa pun. 

Namun bagi individu anggota MUI memiliki pilihan masing-masing. Karena anggota MUI masing-masing punya kriteria.

"Tapi yang paling penting, siapapun yang terpilih itu harus bisa menjamin kemaslahatan," kata dia. 

Dia berharap seluruh pihak agar menyebarkan kedamaian di tengah pesta demokrasi yang berlangsung saat ini. Termasuk jangan menyebarkan  berita bohong. 

Menurutnya, dakwah MUI mengembangkan paham perilaku yang moderat, pemahaman yang menciptakan kedamaian. 

"Karena MUI wadah musyawarah, silaturahmi, pemberi fatwa, MUI representasi dari umat islam," jelas dia. (d)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Bahri
PenulisMoh BahriSarjana Sosial (S.Sos) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq atau UIN KHAS Jember (2018). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2018 (Tugas di Kabupaten Bondowoso). Meliput berbagai topik: Politik, peristiwa, hukum, ekonomi, budaya, kuliner dan isu-isu lainnya di daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia