Advertisement
Indonesia Positif

Ubaya Berikan Edukasi Penyakit Kardiovaskular ke Warga Desa Trawas

Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi bersama Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (Ubaya) memberikan seminar dan skrining risiko penyakit jantung untuk warga Desa Duyung, Trawas, Mojokerto

TIMES Indonesia,
Ubaya Berikan Edukasi Penyakit Kardiovaskular ke Warga Desa Trawas
Skrining dan pemeriksaan kesehatan dalam kegiatan PDB Inovasi Pengembangan Potensi Pangan Lokal untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat di Desa Duyung, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MOJOKERTO Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi bersama Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (Ubaya) memberikan seminar dan skrining risiko penyakit jantung untuk warga Desa Duyung, Trawas, Mojokerto, Selasa (14/11/2023).

Tim terdiri dari Dr. apt. Aguslina Kirtishanti, M.Kes, Sylvi Irawati, M.Farm.Klin, PhD., dr. Jefman Efendi Marzuki HY, Sp.F.K serta mahasiswa Farmasi dan Kedokteran Ubaya. Skrining dan edukasi yang digelar dalam kegiatan bertajuk PDB Inovasi Pengembangan Potensi Pangan Lokal untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat di Desa Duyung Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto, menjadi bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Ubaya, dengan dukungan pendanaan dari DRTPM Kemdikbudristek.

Advertisement

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh data Global Burden Of Disease 2020 yang menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular adalah penyakit yang menduduki urutan pertama kematian di dunia. dr. Jefman selaku narasumber mengatakan penyakit yang memicu terjadinya penyakit kardiovaskular antara lain diabetes melitus dan hipertensi. “Oleh karena itu kepatuhan pasien mengonsumsi obat sangat diperlukan agar tidak mempercepat terjadinya komplikasi penyakit kardiovaskular,” ujarnya.

Ia menambahkan, ada beberapa hal yang dapat mengurangi risiko terserang penyakit jantung. Antara lain dengan berhenti merokok, olahraga, makan buah dan sayur, mengurangi konsumsi garam, serta menghindari stres.

Selain seminar, tim juga menggelar skrining risiko penyakit kardiovaskular 10 tahun mendatang yang dilengkapi dengan pemeriksaan gula darah, kolesterol dan tekanan darah. Kegiatan itu digelar di dua dusun, yaitu Dusun Bantal dan Dusun Duyung. Target peserta adalah warga yang berusia 40 tahun ke atas. Usia yang disebut sudah mengalami risiko penyakit kardiovaskular. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 85 peserta.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan dan perubahan sikap masyarakat Desa Duyung untuk meminimalkan risiko penyakit kardiovaskular sehingga dapat meningkatkan usia harapan hidup. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

H
PenulisHayuning Purnama Dewi (CR-251) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia