Advertisement
Indonesia Positif

Interupsi Rapat Paripurna, Ini Yang Disampaikan Anggota DPRD Bontang Faisal

Anggota Komisi III DPRD Bontang Faisal menilai anggaran bedah rumah yang ada sekarang sudah tidak relevan lagi, mengingat setiap tahun harga material terus naik, sehingga ...

TIMES Indonesia,
Interupsi Rapat Paripurna, Ini Yang Disampaikan Anggota DPRD Bontang Faisal
Faisal FBR, Anggota DPRD Bontang. (FOTO: Saddam for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BONTANG Anggota Komisi III DPRD Bontang Faisal menilai anggaran bedah rumah yang ada sekarang sudah tidak relevan lagi, mengingat setiap tahun harga material terus naik, sehingga ia meminta perwali yang mengatur besaran anggaran bedah rumah direvisi.

Penilaian Faisal itu disampaikan saat interupsi rapat paripurna pengesahan Raperda APBD 2024 menjadi Perda di Auditorium 3D, Jalan Awang Long Kelurahan Bontang, Baru, Bontang, Kaltim, Senin (27/11/2023). (*)

Advertisement

Legislator partai Nasdem ini menyebut besaran nilai bedah rumah dapat dianggarkan sebesar Rp 35 juta atau Rp 50 juta, tentu melalui peraturan Wali Kota Bontang.

Nilai tersebut, menurutnya, tentu perlu dilakukan survei harga. Faisal tak menampik jika OPD terkait perlu melakukan tinjauan kebutuhan masyarakat.

Namun, mantan pengusaha ikan ini yakin jika nilai tersebut dapat dipertimbangkan guna membantu masyarakat yang secara ekonomi masih tidak beruntung. 

"Perwalinya harus direvisi karena anggarannya hanya Rp 20 juta, seharusnya Rp 35 juta atau Rp 50 juta untuk setiap rumah. Kita tahu sendiri harga material cukup tinggi," ujar Anggota Komisi III DPRD Bontang ini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Kusnadi
PenulisKusnadiSarjana Ekonomi Universitas Muslim Indonesia (1997). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 Meliput berbagai topik dan isu termasuk politik, hukum, umkm,ekonomi kreatif, wisata, olahraga hingga seni dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia