Advertisement
Indonesia Positif

Kemenag RI Luncurkan Mushaf Al Qur'an Terjemahan Bahasa Melayu Ambon

Kementerian Agama (Kemenag RI) melalui Balitbang Diklat Kemenag memperkenalkan Mushaf Al Qur'an dengan terjemahan Bahasa Melayu Ambon. Kepala Puslitbang Lektur, Khazanah ...

TIMES Indonesia,
Kemenag RI Luncurkan Mushaf Al Qur'an Terjemahan Bahasa Melayu Ambon
Kepala Puslitbang LKKMO Balitbang Diklat Kemenag Moh. Isom menyerahkan Mushaf Al Qur'an dengan terjemahan bahasa Melayu Ambon kepada Kanwil Maluku. (FOTO: dok. Balitbang Diklat Kemenag) 
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JAKARTA Kementerian Agama (Kemenag RI) melalui Balitbang Diklat Kemenag memperkenalkan Mushaf Al Qur'an dengan terjemahan Bahasa Melayu Ambon. Kepala Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Balitbang Diklat Kemenag, Moh. Isom, menyatakan bahwa terjemahan ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat Ambon dalam mempelajari Al Qur'an, sekaligus melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari kearifan lokal.

“Dengan adanya terjemahan ini, diharapkan masyarakat Ambon akan lebih mudah memahami Mushaf Al Qur’an dengan terjemahan bahasa Melayu Ambon dan menjadikannya lebih membumi,” ujar Isom.

Advertisement

Proses penerjemahan Al Qur'an ke dalam 26 bahasa daerah, termasuk Bahasa Melayu Ambon, merupakan langkah pelestarian kebudayaan yang sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Isom menekankan pentingnya melestarikan bahasa daerah, terutama mengingat beberapa bahasa daerah saat ini terancam punah.

Isom juga menjelaskan bahwa Kemenag melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi, tokoh agama, tokoh adat, dan lembaga pelestarian bahasa daerah, dalam proses penerjemahan. Keterlibatan kampus-kampus UIN, IAIN, dan STAIN di berbagai daerah juga menjadi bagian dari sinergi dalam menjaga keberlanjutan budaya dan bahasa daerah.

Harapannya, Al Qur'an terjemahan Bahasa Melayu Ambon dapat diintegrasikan sebagai muatan lokal di madrasah dan sekolah di wilayah Ambon. Isom berharap agar pihak terkait di Ambon dapat mencetak lebih banyak Al Qur'an terjemahan ini dan melibatkan dosen serta guru untuk memperkenalkannya di kampus dan sekolah.

“Saya berharap selain Al Qur’an terjemahan ini bisa dicetak lebih banyak lagi oleh pihak-pihak terkait di Ambon, dosen dan guru di Ambon dapat ditraining, agar nantinya dapat lebih mengenalkan Al Qur’an Bahasa Melayu Ambon di kampus dan sekolah,” tandasnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia