Advertisement
Indonesia Positif

Heboh Medsos Menolak Wolbachia, Komisi I DPRD Bontang Gelar Raker

Rapat Kerja (Raker) yang digelar Komisi I DPRD Bontang dengan bahasan Penyebaran Nyamuk Wolbachia, Selasa (5/12/2023). Dalam raker tersebut ada beberapa dinas terkait yan ...

TIMES Indonesia,
Heboh Medsos Menolak Wolbachia, Komisi I DPRD Bontang Gelar Raker
Komisi I DPRD Bontang mengadakan rapat kerja terkait dengan penyebaran nyamuk wolbachia di Kota Bontang. (Foto: Herman for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BONTANG Rapat Kerja (Raker) yang digelar Komisi I DPRD Bontang dengan bahasan Penyebaran Nyamuk Wolbachia, Selasa (5/12/2023). Dalam raker tersebut ada beberapa dinas terkait yang turut menghadiri.

Ikut hadir dalam rapat tersebut kepala Dinas Kesehatan (Diskes), lurah Bontang Kuala, lurah Bontang Baru, lurah Api-Api, lurah Guntung, lurah Loktuan, dan juga lurah Gunung Elai. 

Advertisement

Abdul Haris, Anggota Komisi I DPRD Bontang, meminta untuk melakukan sosialisasi untuk lebih memperkenalkan kepada masyarakat sehingga tidak mempercayai berita hoaks yang tersebar luas di media sosial seperti saat ini. 

“Kita akan lebih mendekatkan diri kepada para masyarakat agar lebih paham lagi. Tidak lebih, bahkan terlalu mempercayai yang berada di media sosial,” ucapnya. 

Ia menyebutkan, telah beredar sebuah unggahan di salah satu sosial media yang mengklaim nyamuk wolbachia dapat dikendalikan oleh sistem digital dan terkontrol oleh gelombang untuk mengejar manusia. 

"Nyamuk wolbachia juga diklaim sebagai senjata untuk membunuh manusia, faktanya informasi tersebut adalah tidak benar," kata anggota Komisi I DPRD Bontang ini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Kusnadi
PenulisKusnadiSarjana Ekonomi Universitas Muslim Indonesia (1997). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 Meliput berbagai topik dan isu termasuk politik, hukum, umkm,ekonomi kreatif, wisata, olahraga hingga seni dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia