Advertisement
Indonesia Positif

HPN Gandeng GoTo Beri Pelatihan Kewirausahaan untuk Mahasiswa UB 

Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) bersama dengan GoTo memberikan pelatihan kewirausahaan kepada para mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) pada Jumat (8/12/2023) ...

TIMES Indonesia,
HPN Gandeng GoTo Beri Pelatihan Kewirausahaan untuk Mahasiswa UB 
Acara pelatihan kewirausahaan yang digelar HPN bersama GoTo di UB, Jumat (8/12/2023). (FOTO: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) bersama dengan GoTo memberikan pelatihan kewirausahaan kepada para mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) pada Jumat (8/12/2023) di gedung B FISIP UB lantai 7. Ada sebanyak 150 mahasiswa yang ikut dalam pelatihan tersebut. Mereka nampak antusias untuk bisa belajar berwirausaha dengan para pemateri dari praktisi yang dihadirkan. 

Ketua Umum HPN, Tyovan Ari Widagdo mengatakan, kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya digelar. Dimana sebelumnya pihaknya juga sempat mengadakan acara serupa di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Khusus untuk yang digelar di UB, dia menyebut bahwa pelatihan ini bertujuan untuk mengedukasi mahasiswa agar mereka mempunyai kemampuan untuk menjadi seorang wirausahawan.  

Advertisement

pelatihan-kewirausahaan-2.jpg

"Ini juga program follow up kita setelah melakukan MoU dengan UB. Kita bawa GoTo sebagai mitra karena memiliki platform Toko Pedia dan Gojek. Harapanya bisa memberikan pengetahuan, tips, dan taktiknya kepada mahasiswa sehingga mereka yang ingin berwirausaha bisa memanfaatkan teknologi digital ini dengan baik," ucapnya. 

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PBNU itu menambahkan, HPN dan LPNU memberikan fasilitasi kepada UMKM binaan dan juga mahasiswa yang berwirausaha, untuk bisa mendapatkan akses pasar, akses permodalan, dan lainya. Sehingga upaya untuk menciptakan wirausahawan muda ini tidak hanya sebatas pelatihan saja. Tetapi juga tindak lanjut yang lainya. 

"Jadi bagi mereka yang sudah punya usaha, kita saring dan kita berikan akses. Yang sedang butuh pasar kita sambungkan ke akses pasar. Yang butuh modal kita arahkan ke institusi yang memiliki permodalan seperti bank, lembaga keuangan dan lainya," tuturnya. 

Pihaknya berharap dengan adanya pelatihan dan pembinaan semacam ini, para UMKM dan wirausahawan muda yang ada di Indonesia bisa terus berkembang dan memajukan usaha yang sedang mereka miliki. 

Advertisement

Manager Public Policy and Government Relations GoTo, Abram Molumbot mengatakan GoTo sebagai perusahaan berbasis teknologi terbesar di Indonesia dalam hal ini memberikan beberapa dukungan untuk pelatihan kewirausahaan yang digelar bersama HPN ini. 

"Ada beberapa infrastuktur yang kami siapkan. Seperti trainer dan modul pelatihan. Itu memang sudah menjadi program kami di GoTo. Kami susun dalam satu modul yang bernama go Nusantrara," ucapnya. 

Program ini memang sengaja disiapkan untuk mendorong UMKM yang ada di Indonesia bisa go digital, serta mendukung lahirnya wirausahawan baru, khususnya dari kalangan muda. 

"Jadi memang sudah ada kami siapkan untuk mendorong UMKM untuk go digital dan untuk mendukung tumbuhnya kewirausahaan Indonesia," pungkasnya.  

Di tempat yang sama, Direktur Direktorat Kemahasiswaan UB, Dr. Sujarwo, SP., MP sangat mendukung apa yang dilakukan oleh HPN bersama dengan GoTo ini. Menurutnya, pengembangan kewirausahaan itu menjadi salah satu pilar membekali mahasiswa untuk menjadi alumni yang ready menghadapi tantangan kedepan. 

Dia menyebut, beberapa tahun ke depan Indonesia akan mengalami bonus demografi. Dimana proporsi usia kerja lebih besar daripada proporsi bukan usia kerja. Hal ini harus disikapi dengan bijak, salah satu caranya yakni dengan menyiapkan para generasi muda untuk tidak hanya terpaut mencari kerja setelah mereka lulus, tetapi bagaimana mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan bersama dengan kesempatan dan tantangan zaman yang ada. 

"Sehingga kita mendorong agar bagaimana mahasiswa ini bisa menjadi seorang job creator,  bukan job seeker," ucapnya. 

Untuk itu pihaknya berharap acara pelatihan ini bisa dimanfaatkan betul oleh para mahasiswa, sehingga mereka mempunyai modal pengetahuan dari para praktisi bagaiamana memulai dan mengembangkan ide bisnis yang mereka miliki. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia