Advertisement
Indonesia Positif

Abdul Haris Minta Perusahaan Gunakan Hati Nurani dalam Membuka Lapangan Kerja 

Anggota Komisi I DPRD Bontang Abdul Haris meminta perusahaan PT Pupuk Kaltim (PKT) menggunakan hati nurani dalam penerimaan tenaga kerja. ...

TIMES Indonesia,
Abdul Haris Minta Perusahaan Gunakan Hati Nurani dalam Membuka Lapangan Kerja 
Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Bontang terkait penyampaian aspirasi Ikatan Pemuda Loktuan Bersatu (IPLB) Bontang. (Foto: Sadam for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BONTANG Anggota Komisi I DPRD Bontang Abdul Haris meminta perusahaan PT Pupuk Kaltim (PKT) menggunakan hati nurani dalam penerimaan tenaga kerja. Perusahaan ini juga diminta segera mengakomodir aspirasi IPLB yang meminta, khususnya warga buffer zone usia produktif, bisa mendapatkan kesempatan kerja.

Permintaan AbdulHaris itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait penyampaian aspirasi Ikatan Pemuda Loktuan Bersatu (IPLB) Bontang, yang diselenggarakan Komisi I dan II DPRD Bontang, Senin (20/11/2023) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Bontang,

Advertisement

"Coba perusahaan gunakan hati nurani, seandainya kita orang mampu dan ada tetangga kita yang membutuhkan uluran tangan, maka tidak mungkin kita tidak bantu. Masa mau menggemukkan yang diluar sana sementara di sekitar kita masih ada yang kurus," timpalnya.

Haris mengatakan, permasalahan yang muncul merupakan imbas dari tidak adanya transparansi terkait penerimaan tenaga kerja perusahaan yang ada di Bontang, khususnya di area PKT.

"Melalui Disnaker kita minta PT PKT agar menyetor berapa perusahaan yang bergerak di wilayahnya, baik anak dan cucu perusahaan maupun kontraktornya," imbuhnya.

Anggota Fraksi PKB ini juga sangat menyayangkan pihak PKT justru tidak hadir dalam rapat tersebut.

Menurutnya, PKT ialah induk perusahaan yang sangat dinantikan pihak IPLB hadir untuk berdiskusi. Ia pun meminta kepada pimpinan rapat agar RDP tersebut di agendakan ulang. 

Advertisement

"Ketua, saya minta rapat ini diagendakan lagi, panggil PKT dan minta mereka bawa data perusahaan apa saja bidang yang ada didalam PKT," pinta Abdul Haris. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Kusnadi
PenulisKusnadiSarjana Ekonomi Universitas Muslim Indonesia (1997). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 Meliput berbagai topik dan isu termasuk politik, hukum, umkm,ekonomi kreatif, wisata, olahraga hingga seni dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia