Advertisement
Indonesia Positif

Faisal Miris Lihat Kondisi Jembatan Nelayan di Tanjung Laut

Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang Faisal miris melihat nampak Jembatan Nelayan di Tanjung Laut, Bontang Selatan. Pasalnya, kondisi jembatan tersebut dipenuhi lubang-lu ...

TIMES Indonesia,
Faisal Miris Lihat Kondisi Jembatan Nelayan di Tanjung Laut
Anggota Komisi III DPRD Bontang Faisal. (Foto: Kusnadi/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BONTANG Anggota Komisi III DPRD Kota Bontang Faisal miris melihat nampak Jembatan Nelayan di Tanjung Laut, Bontang Selatan. Pasalnya, kondisi jembatan tersebut dipenuhi lubang-lubang besar dan tidak rapatnya papan kayu satu sama lain.

Menurutnya, pembangunan ulang harus segera dibawa ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, sebab jembatan tersebut merupakan akses utama bagi para nelayan.

Advertisement

“Saya ini orang pesisir, tentu saya keras terhadap keluhan warga di sini terkait jembatan yang saya rasa tidak layak,” ungkapnya, Senin (11/12/2023)

Dirinya mengira, keadaan selambai termasuk kawasan yang perlu dibenahi, ternyata di area sekitar Jembatan Tanjung Laut tersebut lebih parah.

“Karena ini sampai memakan korban, bahkan ada yang meninggal. Jadi saya minta tolong pemerintah di bantu agar di 2024 dapat terlaksana pembangunannya,” imbuhnya.

Disebutkan, dirinya akan membawa permasalahan tersebut ke rapat paripurna agar semua mengetahui kondisi rilnya dan pemkot dapat tergerak untuk membenahi.

“Saya tegaskan kepada warga untuk dinaikkan di Musrenbang Kelurahan 2024 dan jangan sampai terlewatkan,” ujarnya.

Advertisement

Perwakilan warga Kamilan menyampaikan rasa kecewanya terhadap pihak kelurahan ataupun kecamatan yang menggunakan anggaran hanya untuk dinas keluar kota tanpa memikirkan kondisi warganya.

“Ini akses jembatan sudah rusak parah, kami tidak ingin lagi warga kami ada yang menjadi korban,” tutup Kamilan saat ditemui awak media usai Sidak Komisi III DPRD Bontang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Kusnadi
PenulisKusnadiSarjana Ekonomi Universitas Muslim Indonesia (1997). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 Meliput berbagai topik dan isu termasuk politik, hukum, umkm,ekonomi kreatif, wisata, olahraga hingga seni dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia