Banyak Pembangunan Jatuh Tempo, Abdul Malik: Jadi Fenomena di Bontang
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang Abdul Malik menyoroti pembangunan di Kota Bontang yang selalu lewat dari waktu yang ditargetkan. ...

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
BONTANG – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bontang Abdul Malik menyoroti pembangunan di Kota Bontang yang selalu lewat dari waktu yang ditargetkan.
Menurutnya, ini menjadi fenomena yang sering kali terjadi. Pasalnya, bukan hanya satu proyek saja, namun hampir semua pembangunan di Kota Bontang mengalami keterlambatan.
"Menjelang akhir tahun, pembangunan tidak ada yang selesai. Ketika kami turun sidak, pasti menerima laporan keterlambatan, entah karena material atau SDM nya," jelasnya, Senin (11/12/2023).
Dirinya menyayangkan perencanaan dan penganggaran yang telah dilakukan secara matang untuk tahun 2023. Selain itu, penerima manfaat akan lebih lama untuk menggunakan fasilitas tersebut. Terlebih jika itu proyek jalan dan sekolah yang memberikan dampak dari telatnya pembangunan.
"Akibat keterlambatan pembangunan, jadi Silpa anggaran balik ke kas daerah," ujarnya.
Ustad Malik, sapaan akrabnya, menyebutkan kebanyakan para kontraktor terkendala di material yang terbatas di Kota Bontang apalagi untuk banguan bertingkat.
"Lihat saja, di SMPN 1 dan SMPN 2 tidak selesai dan memiliki kendala sama," terangnya.
Akhirnya, hal ini menjadi fenomena yang terjadi terus-menerus di Kota Bontang karena banyaknya keterlambatan proyek program pembangunan.
"Saya berharap di rapat paripurna hal ini bisa mendapatkan solusinya," kata Abdul Malik. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


