Dosen UNIPMA dan SD Muhammadiyah 1 Paron Berkolaborasi Terapkan Pembelajaran Inovatif Kurikulum Merdeka
Implementasi Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan memasuki tahun kedua. Hal ini terus mendorong sekolah untuk melakukan

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
NGAWI – Implementasi Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan memasuki tahun kedua. Hal ini terus mendorong sekolah untuk melakukan transformasi pendidikan dalam menjawab tantangan global. Salah satu prinsip pembelajaran di kurikulum merdeka adalah pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas belajar peserta didik untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat. Pembelajaran juga diarahkan untuk mendukung perkembangan kognitif dan karakter peserta didik secara berkelanjutan dan holistic yang berorientasi pada masa depan. Oleh karena itu sekolah perlu mengembangkan pembelajaran inovatif.
SD Muhammadiyah 1 Paron (SD Muhipa) di Kabupaten Ngawi adalah salah satu sekolah penggerak angkatan 3 yang aktif dalam mengembangkan inovasi pembelajaran. SD Muhipa sangat adaptif dalam mengikuti alur Kurikulum Merdeka. Sebagai bentuk komitmen untuk pengembangan kualitas pembelajaran di kelas, SD Muhipa menggelar Workshop Pengembangan Strategi Pembelajaran Inovatif Berdiferensiasi dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Workshop ini diikuti oleh semua guru di SD Muhipa.

Narasumber yang memberikan materi adalah Dr. Wachidatul Linda Yuhanna, M.Si. Dosen UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun) dan dibuka oleh kepala SD Muhipa, Ibu Yanik Inafiroh, S.Pd.I.
“Pembelajaran berdiferensiasi bertujuan untuk memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik sesuai karakteristik dan kebutuhannya. Harapannya dapat menggali potensi dan kemampuan peserta didik secara mendalam,” ungkap Dr. Linda.
Pola pembelajaran diferensiasi dapat dilakukan melalui diferensiasi produk, proses, konten dan lingkungan belajar. Kegiatan di workshop ini guru dipandu untuk menghasilkan modul ajar inovatif berdiferensiasi yang akan diimplementasikan di kelas.

Materi workshop terdiri dari pengantar kurikulum merdeka, model pembelajaran inovatif, pembelajaran berdiferensiasi, penyusunan modul ajar, pengembangan asesmen, pelaksanaan pembelajaran di kelas dan diseminasi hasil pembelajaran sebagai bentuk best practice. “Materi disajikan secara lengkap dan kontekstual, sehingga kami ada gambaran dalam implementasinya di kelas,” ujar Bapak Irfan selaku bagian pengembangan kurikulum. Harapannya guru di SD Muhipa mampu melaksanakan proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, refleksi dan diseminasi hasil pembelajaran secara terstruktur. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

