Advertisement
Indonesia Positif

Prediksi Nataru, Setiap Hari 49 Ribu Kendaraan Bakal Masuk Kota Malang

Jelang libur panjang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru 2024), diprediksi kepadatan arus lalu lintas bakal semakin besar. ...

TIMES Indonesia,
Prediksi Nataru, Setiap Hari 49 Ribu Kendaraan Bakal Masuk Kota Malang
Ilustrasi kepadatan arus lalu lintas di wilayah Kota Malang. (Foto: Dok. TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Jelang libur panjang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru 2024), diprediksi kepadatan arus lalu lintas bakal semakin besar.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang memprediksi setidaknya ada 49 ribu lebih kendaraan bakal masuk ke wilayah Kota Malang setiap harinya. Hal ini mewajibkan persiapan skema lalu lintas (lalin) harus segera dimatangkan.

Advertisement

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, prediksi tersebut sesuai data akurat yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Perkiraannya, puncak kepadatan arus lalu lintas di Kota Malang bakal terjadi sejak tanggal 22 hingga 26 Desember 2023.

"Arus baliknya, tanggal 26 Desember sampai 4 Januari 2024. Kemudian, tahun barunya diperkirakan bakal terjadi kepadatan yang cukup signifikan," ujar Widjaja, Jumat (22/12/2023).

Jika diprosentasekan, arus kendaraan yang masuk ke Kota Malang meningkat hingga 15 persen dibandingkan tahun 2022 lalu. Sedangkan untuk hari biasanya, naik 45 persen.

Ia juga mulai mencatat potensi titik-titik kemacetan yang terjadi di sejumlah wilayah masuk Kota Malang.

Advertisement

Seperti dari arah Gerbang Tol Singosari, Kabupaten Malang menuju kawasan Jalan A. Yani atau depan gedung Malang Creative Center (MCC), Kota Malang.

Kemudian, arah Gerbang Tol Madyopuro di Jalan Kyai Ageng Gribig, Kedungkandang hingga area Jalan Mayjen Sungkono, Gadang, Kota Malang.

Selain itu, kawasan pusat perbelanjaan pun juga menjadi perhatian khusus. Seperti di Pasar Besar, Mal Olympic Garden (MOG), Malang Town Square (Matos) hingga area Jalan Soekarno-Hatta (Suhat).

"Jalan Suhat (jembatan Universitas Brawijaya) itu terbagi hingga ke simpang Dinoyo hingga Tunggulmas (Tunggulwulung-Tlogomas)," jelasnya.

Lalu, ada pun sejumlah kawasan wisata Kota Malang yang juga menjadi pusat perhatian kepadatan lalu lintas.

"Di Kayutangan, Taman Merjosari, Jalan Besar Ijen hingga Alun-Alun Tugu," imbuhnya.

Melihat kondisi tersebut, skema rekayasa lalu lintas (lalin) tengah dipersiapkan bersama Polresta Malang Kota. Mulai dari contraflow atau pengalihan arus secara isidentil hingga pengubahan jalan di beberapa titik kemacetan.

Tak hanya itu, Dishub Kota Malang bersama Polresta Malang Kota juga sudah menyiapkan dua pos pengamanan, satu pos pemantauan dan layanan serta satu pos mobile.

"Personel kita dengan Polresta Malang Kota akan ditempatkan di beberapa titik rawan kemacetan," tandasnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizky Kurniawan Pratama
PenulisRizky Kurniawan PratamaSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang (2019). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk Politik, Hukum, Kriminal, Ekonomi, Budaya dan Pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia