Advertisement
Indonesia Positif

Golek Karnaval dalam Festival Syukur Waktu ke-8 Memukau Ribuan Warga Kota Tasikmalaya

Sejumlah seniman memukau ribuan penonton dengan menampilkan arak-arakan atraksi kesenian tradisional dalam kegiatan Golek Karnaval di Jalan KH Z Mustofa, Kota Tasikmalaya ...

TIMES Indonesia,
Golek Karnaval dalam Festival Syukur Waktu ke-8 Memukau Ribuan Warga Kota Tasikmalaya
Dua Badawang saat melintas di Jalan KHZ Mustofa saat gelaran Golek Karnaval dalam rangkaian Festival Syukur Waktu ke-8 di Kota Tasikmaya, Kamis (28/12/2023). (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

TASIKMALAYA Sejumlah seniman memukau ribuan penonton dengan menampilkan arak-arakan atraksi kesenian tradisional dalam kegiatan Golek Karnaval di Jalan KH Z Mustofa, Kota Tasikmalaya, pada Kamis (28/12/2023).

Atraksi ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Akhir Tahun Syukur Waktu yang ke-8, yang diinisiasi oleh Komunitas Cermin Kota Tasikmalaya.

Advertisement

Golek Karnaval menjadi gelaran perdana dari rangkaian festival tersebut, menghadirkan seni tradisional yang kaya, seperti Badawang dan Kuda Lumping dari Kota Tasikmalaya, Sisingaan dari Kabupaten Tasikmalaya, Bebegig dari Kabupaten Ciamis, Raja Domba dari Kabupaten Garut, serta Wayang Kararas dari Kota Banjar.

Atraksi kesenian yang memukau itu berhasil menarik perhatian ribuan masyarakat yang memadati sepanjang Jalan KH Z Mustofa. Bukan hanya sekadar menonton, sejumlah masyarakat turut aktif mendokumentasikan setiap momen menarik dari atraksi kesenian yang ditampilkan.

Ashmansyah Timutiah, inisiatior gelaran Golek Karnaval dan juga Festival Akhir Tahun Syukur Waktu ke-8, menjelaskan bahwa konsep festival ini mengangkat mitos atau tradisi masyarakat dari berbagai daerah.

"Setiap daerah memiliki mitologi atau mitosnya sendiri, dan secara imajiner mitos tersebut direalisasikan ke dalam sebuah bentuk seni, seperti Badawang, Raja Domba dari Garut, Bebegig dari Ciamis, dan Wayang Kararas dari Banjar," ungkap Kang Acong, sapaan akrab Ashmansyah Timutiah kepada awak media, Kamis (28/12/2023).

Gelaran Golek Karnaval ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi pengembangan kreativitas seniman muda di Tasikmalaya.

Advertisement

"Mudah-mudahan gelaran ini dapat memacu kreativitas seniman yang ada di Tasikmalaya," harap Kang Acong.

Menyusul kesuksesan Golek Karnaval, rangkaian Festival Syukur Waktu ke-8 menurutnya akan dilanjutkan dengan acara melukis bersama yang diselenggarakan di sepanjang Jalan KHZ Mustofa, Cihideung, Kota Tasikmalaya.

Acara ini diikuti oleh peserta dari berbagai kota seperti Bandung, Garut, dan Ciamis. Selain itu, pada sore hingga malam harinya, festival akan dimeriahkan dengan pertunjukkan mimbar sastra yang semakin memperkaya ragam seni yang disajikan oleh komunitas seniman di Tasikmalaya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Harniwan Obech
PenulisHarniwan ObechSarjana Administrasi Negara, STIA YPPT Priatim, (Angkatan tahun 1994). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 18-04-2021, Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia