Advertisement
Indonesia Positif

BEM Institut Pangeran Dharma Kusuma Indramayu Somasi Jokowi

Dalam acara "Mimbar Sejajar" yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Pangeran Dharma Kusuma Indramayu

TIMES Indonesia,
BEM Institut Pangeran Dharma Kusuma Indramayu Somasi Jokowi
BEM Institut Pangeran Dharma Kusuma Indramayu. (FOTO: ist)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

JAKARTA Dalam acara "Mimbar Sejajar" yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Pangeran Dharma Kusuma Indramayu, terdengar sorotan tajam terkait demokrasi dan dinasti politik, khususnya dalam konteks pemerintahan Jokowi. Pada mimbar tersebut, para aktivis mahasiswa menyampaikan somasi terbuka terhadap praktik politik yang dianggap sebagai dinasti.

Mereka menyatakan sikap dan mendeklarasikan somasi terhadap Presiden Joko Widodo karena telah dianggap merusak demokrasi secara telanjang.

Advertisement

"Kami mahasiswa Institut Pangeran Dharma Kusuma yang terafiliasi dengan BEM PTNU Jawa Barat mengecam keras tindakan-tindakan tersebut, karena mengkhianati demokrasi secara ugal-ugalan," katanya.

Koorwil BEM PTNU Jawa Barat, Khuzaeni juga berkomentar bahwa seharusnya Presiden bersikap netral, cawe-cawe presiden akan mempengaruhi netralitas aparat penegak hukum sebagai alat untuk pemenangan salah satu paslon dan tindakan itu sangat tidak demokratis. Jokowi telah secara telanjang mengkangkangi demokrasi.

"Presiden tidak seharusnya cawe-cawe dalam pesta rakyat, Presiden harus independen dan netral. Melihat hari ini, keberpihakan dan cawe-cawe diperlihatkan secara telanjang dan memanfaatkan alat negara termasuk aparat penegak hukum untuk kemenangan anaknya tercinta," katanya.

Paisal Presiden Mahasiswa Institut Pangeran Dharma Kusuma juga berpesan untuk seluruh masyarakat dari berbagai elemen untuk bersama sadar dan menyuarakan ini, kedaulatan di tangan rakyat harus ditegakkan dan menghapuskan KKN (Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme) kembali tegakkan demokrasi bersama-sama dengan mengawal pemilu tanpa intervensi penguasa.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari buruh, petani, nelayan, dan seluruh masyarakat Indonesia untuk menggelorakan dan mengawal PEMILU yang penuh kejujuran, keadilan, dan demokratis tanpa intervensi penguasa," pungkasnya.

Advertisement

BEM PTNU Jawa Barat secara serentak mengadakan acara Mimbar Sejajar di 30 titik kampus NU yang berada di Jawa Barat. Ini sebagai buah bentuk protes terhadap pengangkangan demokrasi oleh Presiden Joko Widodo. 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Ramli
PenulisMoh RamliPasca Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (2023). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia