Advertisement
Indonesia Positif

UB Tambah 4 Guru Besar Baru Dari FIA dan FTP

Keempat Guru Besar yang dikukuhkan tersebut yakni, Prof. Andriani Kusumawati, S.Sos., M.Si., DBA, sebagai Profesor aktif ke 13 di FIA dan ke 202  di UB, serta Profesor k ...

TIMES Indonesia,
UB Tambah 4 Guru Besar Baru Dari FIA dan FTP
Pimpinan UB bersama dengan guru besar yang dikukuhkan pada Selasa (16/1/2024). (Foto: Humas UB).
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Universitas Brawijaya (UB) kembali mengukuhkan 4 orang Guru Besar baru pada Selasa (16/1/2024) di Gedung Samantha Krida. Dari ke 4 orang tersebut, 1 profesor berasal dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) dan 3 lainya dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP).

Keempat Guru Besar yang dikukuhkan tersebut yakni, Prof. Andriani Kusumawati, S.Sos., M.Si., DBA, sebagai Profesor aktif ke 13 di FIA dan ke 202  di UB, serta Profesor ke 363 dari seluruh Profesor yang dihasilkan UB. Pada saat pengukuhanya, dia membawakan orasi ilmiah berjudul  Food Selfie-posting Citizenship Behavior Untuk Mempromosikan City Branding Melalui Wisata Gastronomi Di Era Digital.

Advertisement

Selanjutnya ada Prof. Dr. Agustin Krisna Wardani, S.T.P., M.Si, sebagai Profesor aktif ke 26 di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) dan ke 203 di UB, serta menjadi Profesor ke 364 dari seluruh Profesor yang dihasilkan UB. Dia membawakan pidato ilmiah berjudul Teknologi Biopreservasi Bakteriosin dan Bakteriofag Untuk Peningkatan Keamanan Pangan.

Ketiga ada Prof. Dr. Ir. Endah Rahayu Lestari, M.S sebagai Profesor aktif ke 27 di FTP dan ke 204 di UB, serta menjadi Profesor ke 365 dari seluruh Profesor yang dihasilkan UB. Dalam kesempatan tersebut, dia membacakan pidato ilmiah berjudul Integrated Greener Strategy Model Untuk Mencapai Kinerja Berkelanjutan Dengan Inovasi Hijau.

Dan terkahir ada Prof. Dr. Sucipto, S.T.P., M.P sebagai Profesor aktif ke 25 di FTP dan ke 205 di UB, serta Profesor ke 366  dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan UB. Prof Sucipto dikukuhkan sebagai Gubes bidang Ilmu Sistem Mutu dan Halal setelah meneliti tentang Halalan Toyyiban Assurance System Untuk Menyediakan Pangan Halal, Aman, dan Berkualitas.

Rektor UB, Prof Widodo mengucapkan selamat kepada 4 Gubes baru yang telah dikukuhkan. Menurutnya, 4 profesor yang dikukuhkan ini sangat produktif.  Hal itu terbukti dari H-Index yang tinggi si jurnal Sinta.

"Dan kalau kita menyimak, pidato dari ke 4 prof ini sangat sesuai dengan program universitas untuk meningkatkan branding UB sebagai kampus yang membangun dan mempunyai kapasitas untuk mengembangkan halal ekosistem di Indonesia," ucapnya.

Advertisement

Prof Widodo menuturkan, konsep halalan toyyiban ini sejalan dengan dengan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Dan UB punya konsen yang tinggi terhadap hal tersebut.

"Untuk itu kita UB terus menerus mendorong agar kita bisa mewarnai bagaiamana konsep ini tidak hanya hadir memberikan label halal tehadap badan halal, tetapi UB juga akan membuat konsep halal metric," jelasnya.

Dia pun memaparkan, UB Halal Center dan UB Halal Metric akan segera dilaunching. Tak tanggung-tanggung, pada hari peluncurannya pada Jumat (9/1/2024) nanti, fasilitas inovasi itu rencananya akan diluncurkan langsung oleh Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin.

"Insyaallah akan Dilaunching oleh Wapres. Ini adalah upaya kita untuk mendeseminasi kan budaya dan bisa menjadi standard quality dari Internasional," pungkas Rektor. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia