Advertisement
Indonesia Positif

Banyuwangi Bakal Bangun Tempat Pengelolaan Sampah di Lahan 15 Hektar

Dalam rangka mewujudkan situasi lingkungan berkelanjutan yang sehat dan bersih. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ba ...

TIMES Indonesia,
Banyuwangi Bakal Bangun Tempat Pengelolaan Sampah di Lahan 15 Hektar
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dwi Hanyani saat meninjau pengerjaan proyek TPS Balak pada tahun 2022 lalu. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANYUWANGI Dalam rangka mewujudkan situasi lingkungan berkelanjutan yang sehat dan bersih. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi terus mengambil langkah proaktif dalam menangani permasalahan sampah. 

Ditahun 2024 ini, Banyuwangi akan membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan luas lahan kurang lebih 15 hektar di Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo.

Advertisement

“Pembangunan TPA dan TPST di Wongsorejo dibantu oleh Kementerian PUPR. Dan saat ini desainnya masih terus dikaji,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Banyuwangi, Dwi Handayani, Jumat, (19/1/2024).

Selain proyek di Wongsorejo, Pemkab Banyuwangi akan membangun satu TPST dengan bantuan dari Pemerintah Norwegia. Meski lokasinya masih dalam pembahasan, terdapat tiga rekomendasi lokasi pembangunan TPST tersebut, yakni di wilayah Kelurahan Sumberrejo, Secang Kalipuro, atau di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo.

"Ada 3 tempat rekomendasi pembangunan TPST bantuan dari Pemerintah Norwegia, dan pembahasan lokasinya saat ini masih berlangsung,” ujarnya.

Pada tahap implementasi, setiap TPST akan dilengkapi dengan fasilitas modern, termasuk tempat pembuangan akhir terkontrol, tempat pemilahan sampah, dan fasilitas daur ulang. 

Disisi lain, pemerintah juga akan melibatkan masyarakat secara aktif dalam upaya pengelolaan sampah. Program edukasi dan sosialisasi akan ditingkatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pembuangan sampah yang benar dan kegiatan daur ulang.

Advertisement

Perempuan yang akrab disapa Yani mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini terus menjalin kerjasama baik dari pihak swasta dan lembaga non-pemerintah untuk mendukung program Banyuwangi Hijau. Salah satunya yaitu melalui pengelolaan sampah ini.

“Kami memahami bahwa penanganan sampah tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan masyarakat, sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan dalam mengatasi masalah sampah," ungkapnya.

Untuk diketahui, Banyuwangi saat ini telah memiliki TPS Balak yang dilaunching pada 16 September 2023 lalu. Berdasarkan data dari DLH, TPS tersebut telah mampu melayani 12.000 rumah tangga yang tersebar di 11 Desa dan 30 kegiatan usaha industri, rumah sakit dan hotel. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Fazar Dimas Priyatna
PenulisFazar Dimas PriyatnaPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2022. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia