Indonesia Positif

Dies Maulidiyah Ma'had Aly Al-Tarmasi Pacitan: Apresiasi dan Pentas Seni Warnai Puncak Perayaan

Minggu, 21 Januari 2024 - 09:57 | 15.12k
Sukma Band UKM Mahasantri meriahkan Dies Natalis ke-16 Ma'had Aly Al-Tarmasi Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Sukma Band UKM Mahasantri meriahkan Dies Natalis ke-16 Ma'had Aly Al-Tarmasi Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Peringatan Dies Maulidiyah ke-16 Ma'had Aly Al-Tarmasi Pacitan memasuki puncaknya dengan rangkaian acara apresiasi kepada mahasantri berprestasi dan pentas seni.

Lomba karya tulis esai dan video promosi perpustakaan menghasilkan pemenang yang menerima apresiasi berupa sertifikat dan uang pembinaan.

Ketua Panitia Dies Maulidiyah, Candra Nugraha, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh mahasantri yang telah menyukseskan acara ini selama dua pekan.

Acara melibatkan berbagai kegiatan, mulai dari semaan Alquran, lomba-lomba, hingga bakti sosial donor darah. Meski digelar secara sederhana, Dies Maulidiyah tahun ini tetap membawa makna dan semangat yang kuat bagi para mahasantri.

Dalam kesempatan itu, Mudir Ma'had Aly Al-Tarmasi Pacitan, KH Luqman Harits Dimyathi, mengajak semua mahasantri untuk selalu berpikir positif, karena bertambahnya usia, baik manusia maupun lembaga, harus diarahkan pada hal yang positif.

Ia menekankan bahwa Ma'had Aly Al-Tarmasi merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang sejak zaman KH Hamid Dimyathi.

Dies-Natalis-ke-16-Mahad-Aly-Al-Tarmasi-Pacitan-a.jpgPemotongan tumpeng tandai peringatan puncak Dies Maulidiyah ke-16 Ma'had Aly Al-Tarmasi Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia) 

"Selain kiai muda, KH Hamid dulu juga seorang aktivis, sehingga punya akses dengan pemerintah. Ini sosok yang multi kiai. Sehingga tidak melupakan akademik di pesantren ini meskipun terlibat dalam perpolitikan saat itu," ungkapnya.

Ma'had Aly Al-Tarmasi Pacitan, sebagai kelanjutan dari Qismun Nidzomi yang didirikan oleh KH Hamid Dimyathi, memiliki fokus pada pendalaman kitab kuning dan takhasus fiqh dan ushul fiqh.

KH Luqman Harits Dimyathi berharap agar mahasantri Ma'had Aly dapat berpikir lebih maju, kritis, dan berwawasan luas.

"Hidup adalah sebuah perjuangan. Sebagai mahasantri Ma'had Aly, kalian harus berpikir lebih maju dari santri aliyah. Lebih kritis dan berwawasan luas. Sudah saatnya kalian mempelajari semua kitab yang kalian mau," tegasnya.

Meskipun acara puncak Dies Maulidiyah ke-16 ini diguyur hujan, antusiasme mahasantri dalam menyajikan karya dan kreativitasnya tetap terasa.

Sukma Band dari Unik Kegiatan Mahasantri (UKM) berhasil menghangatkan suasana dengan penampilan lagu-lagu yang mencerminkan semangat dan perjuangan Ma'had Aly Al-Tarmasi Pacitan.

Perayaan Dies Maulidiyah ke-16 Ma'had Aly Al-Tarmasi Pacitan ini diharapkan dapat terus memotivasi dan menginspirasi para mahasantri untuk mengembangkan potensi dan prestasi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES