Indonesia Positif

Peternak Sukses di Telemung Banyuwangi, Tingkatkan Perekonomian Melalui Bermitra Susu Kambing

Rabu, 31 Januari 2024 - 17:21 | 11.28k
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, berkunjung ke Avatar Farm milik Antok di Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro Banyuwangi. (Foto : Anggara Cahya/TIMES Indonesia)
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, berkunjung ke Avatar Farm milik Antok di Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro Banyuwangi. (Foto : Anggara Cahya/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Di desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Antok telah mencapai sukses dalam beternak kambing perah, menghasilkan puluhan liter susu setiap hari, dan sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan apresiasi atas kontribusi Antok saat melakukan kunjungan di sentra susu kambing perah ini.

Antok, pemilik Avatar Farm, kini memiliki 16 mitra susu kambing perah dengan total 700 ekor kambing, termasuk jenis kambing Etawa, Sapera, dan Sanen. Dia menjelaskan sistem bermitra yang diterapkan, "Saya menitipkan kambing yang sudah hamil pada mitra, setelah anak kambing lahir, kita bagi. Dan mereka juga bisa memproduksi susu kambing sendiri yang nantinya akan saya beli."

Awalnya hanya seorang pecinta kambing dan sering mengikuti kontes, Antok kemudian memutuskan untuk mencoba beternak kambing perah. Ia membeli 10 ekor kambing jenis Sapera pada awalnya. Setelah berhasil, Antok berbagi ilmu dengan rekan-rekannya, menciptakan kemitraan yang saling menguntungkan.

Ipuk-Fiestiandani-b.jpg

"Berternak dan memproduksi susu kambing perah saya mulai tiga tahun lalu. Awalnya saya penebas buah Manggis dan Kopi, namun saat Covid-19, saya beralih menjadi peternak," paparnya.

Setelah setahun berlalu, hasil usaha Antok mulai terlihat. Saat ini, 35 ekor kambing di kandang pribadinya mampu menghasilkan 60 liter susu per hari. Susu kambing dari Avatar Farm dikirim ke pabrik di Yogyakarta, dengan harga jual sekitar Rp15.000 per liter. Pengiriman dilakukan dalam bentuk susu kambing beku, dua kali seminggu dengan rata-rata 250-300 liter setiap kali pengiriman.

Antok tidak hanya sukses dalam beternak, tetapi juga menciptakan efisiensi dengan membersihkan kandang setiap tiga hari sekali. Kotoran ternaknya digunakan sebagai pupuk tanaman kopi di kebun miliknya, menggabungkan usaha peternakan dan pertanian.

"Banyaknya populasi kambing ternak di desa Telemung mencapai 6 ribu ekor," tambah Antok.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan apresiasi terhadap upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Antok. "Belajar dari mas Antok, ayo anak-anak muda mencoba menggeluti bidang peternakan, karena potensi Banyuwangi ini cukup besar dalam bidang pertanian hingga peternakan," ungkap Ipuk, mengajak generasi muda untuk terlibat dalam sektor peternakan dan pertanian.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES