Advertisement
Indonesia Positif

Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Bantul Targetkan 95 Persen Produk Dalam Negeri

Belanja pengadaan barang dan jasa Pemerintah Kabupaten Bantul (Pemkab Bantul) pada tahun anggaran 2024 mencapai Rp 1,196 triliun. ... ...

TIMES Indonesia,
Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Bantul Targetkan 95 Persen Produk Dalam Negeri
Kegiatan Pengumuman pengadaan barang dan jasa kabupaten Bantul (Foto: Kominfo Bantul)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BANTUL Belanja pengadaan barang dan jasa Pemerintah Kabupaten Bantul (Pemkab Bantul) pada tahun anggaran 2024 mencapai Rp 1,196 triliun. Pemkab Bantul menargetkan belanja barang dan jasa 95 persen merupakan produk dalam negeri.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa  Bantul, Yanatun Yudhana, mengatakan, total nilai pengadaan barang dan jasa 2024 mencapai Rp 1,19 triliun. 

Advertisement

Sesuai Surat Edaran Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) nomor 8 tahun 2023 bahwa 95 persen belanja pemerintah melalui APBN maupun APBD harus menggunakan produk dalam negeri.

“Kami berharap semoga kegiatan Pengumuman Rencana Umum Pengadaan Kabupaten Bantul tahun 2024 ini bermanfaat bagi keberhasilan proses pelaksanaan barang dan jasa di Kabupaten Bantul,” ungkap Yanatun, Kamis (1/2/2024).

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Agus Budi Raharja, mengapresiasi kepada seluruh perangkat daerah, pemangku kebijakan, dan mitra pemerintah yang selalu bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemkab Bantul.   

Ia mengungkapkan nilai pengadaan barang dan jasa ini cukup besar untuk sekaliber pemerintah Kabupaten. Oleh karena harapannya, nilai yang cukup fantastis ini akan menggerakkan perekonomian di Kabupaten Bantul.

Lebih lanjut meski tahun ini masuk musim pemilu dan pilkada, namun besaran anggaran 2024 ini meningkat cukup signifikan ketimbang tahun lalu yang mencapai Rp 1,1 triliun. 

Advertisement

Agus berharap kendati di tengah pesta demokrasi, ia berharap proses pembangunan di masyarakat tidak terganggu. Pasalnya, program ini untuk pemberdayaan masyarakat yang langsung dapat dinikmati oleh masyarakat. 

"Semua harus tetap berjalan meskipun ada pemilu, pilkada, atau pengurangan biaya yang lain," pungkasnya mewakili Pemkab Bantul. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

E
PenulisEdy Setyawan Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia