Advertisement
Indonesia Positif

JCI East Java Bekali Pengusaha Muda Ilmu Bedah Canvas Bisnis Miliaran

Junior Chamber International (JCI) East Java menggelar kanvas bisnis ke kalangan pengusaha muda.

TIMES Indonesia,
JCI East Java Bekali Pengusaha Muda Ilmu Bedah Canvas Bisnis Miliaran
Acara seminar Bedah Canvas Bisnis Miliaran persembahan JCI East Java di Novotel Samator Surabaya, Selasa (6/2/2024).(Foto : Lely Yuana/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

SURABAYA Junior Chamber International (JCI) East Java menggelar kanvas bisnis ke kalangan pengusaha muda.

Acara seminar kilat ini bertujuan untuk memberikan tips dan kiat agar bisnis mereka bisa bertahan dan berkembang di tahun politik. 

Advertisement

Bincang bisnis bertajuk "Bedah Canvas Bisnis Miliaran yang Sustainable" tersebut digelar di Samator Novotel Surabaya Timur, Selasa (6/2/2024) malam.

 Menghadirkan CEO JETE dan Doran Gadget Jhonny Thio Doran dan Jonathan Handoko CEO MomUung & Moell, serta Advisor Business Pillar. Para motivator mengupas berbagai strategi bisnis bertahan dan berkembang kepada sekitar 200 pengusaha muda dari berbagai wilayah di Jatim dan Jateng.

"Kita bisa belajar, bisa grow, bisa mendapatkan insight-insight baru untuk bisa membuat bisnis mereka lebih baik, itu tujuan dari JCI East Java," ucap Jhonny. 

CEO-JETE.jpg

Jhonny menerangkan, untuk membuat bisnis bertahan dan berkembang di tahun politik ini diperlukan kemampuan membangun tim yang baik disamping harus memikirkan strategi sales dan branding hingga mengatur keuangan, namun yang terpenting adalah pebisnis harus adaptif terhadap situasi dan kondisi di lapangan.

Advertisement

"Kita harus benar-benar melihat pergerakkan di lapangan, responsif dan juga benar-benar sensitif. Jadi jangan sampai sensitif kita ini mati padahal pasarnya sudah banyak berubah, jadi berubah dikit kita menggunakan cara yang baru, jadi kita harus seperti air," ucap pria yang juga pernah menjadi  Local President Junior Chamber International (JCI) East Java tahun 2020.

Di tempat yang sama, Executive Vice President JCI East Java Andrew Hartono menerangkan bahwa pebisis harus mampu merawat bisnisnya agar dapat bertahan dalam jangka waktu lama, dengan cara menanamkan nilai-nilai yang baik.

"Dan ketika kita melakukan hal-hal yang baik kita menanamkan nilai-nilai yang baik, produk-produk kita yang baik itu  kalau semuanya kita tanamkan yang baik tu akan menjadi buah yang baik," pungkasnya.

Bincang bisnis ini merupakan program rutin JCI East Java yang digelar tiap tahun untuk membantu meningkatkan jumlah pengusaha di Indonesia, sehingga peminatnya juga cukup banyak ketika acara tersebut digelar. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Lely Yuana
PenulisLely YuanaPernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (AWS). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 8 September 2017. Meliput berbagai topik, termasuk politik, birokrasi, hukum, gaya hidup, seni dan budaya, serta isu sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia