Advertisement
Indonesia Positif

Ekraf Diminta Terus Mengembangkan Produk

Kabid Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Ekonomi Kreatif, Baparekraf, Hari Nur Sukarna meminta Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kota Batu untuk menjaga dan meningkatkan ...

TIMES Indonesia,
Ekraf Diminta Terus Mengembangkan Produk
Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kota Batu saat menerima kunjungan KEK Kota Batu ke Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) RI di Jakarta. (Diskominfo for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BATU Kabid Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Ekonomi Kreatif, Baparekraf, Hari Nur Sukarna meminta Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kota Batu untuk menjaga dan meningkatkan animo pelaku ekraf untuk mengembangkan produknya.

Hal ini penting untuk meningkatkan daya tarik pembeli Nur Sukarna juga berpesan agar KEK Kota Batu tidak pernah berhenti untuk berdiskusi dengan para pelaku ekraf, serta selalu membuat komunikasi dua arah dengan para penggerak dari komunitas lain di kota-kota yang lain.

Advertisement

"Khususnya kota-kota yang sudah punya sejarah dengan ekraf yang lebih terkenal, seperti di Bandung, Jatiwangi, Jogja bahkan dengan Kota Malang sendiri," katanya.

Hal ini dikemukakan oleh Nur Sukarna saat menerima kunjungan KEK Kota Batu ke Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) RI di Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Kabag Perekonomian dan SDA Setda Kota Batu, Emilyati mengatakan bahwa, Komite Ekonomi Kreatif Kota Batu baru terbentuk pada 1 November 2023, sehingga masih perlu banyak belajar.

"Kami ingin belajar bagaimana kontribusinya KEK kepada pemerintah seperti apa. Kami juga masih terbentur dengan regulasi untuk membuat Komite Ekonomi Kreatif bisa berkolaborasi dengan pemerintah," katanya.

Ia  menyebutkan, KEK Kota Batu sudah melakukan Mapping Data dan Visioning yang nantinya akan melahirkan beberapa rencana program. Program-program tersebut sekaligus akan dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025.

Advertisement

"Untuk itu kami merasa perlu belajar di Kementerian Pariwisata untuk mendapatkan pencerahan dan masukan, apa yang harus dilakukan," kata.

Sementara itu Wakil Ketua KEK Batu, Agus Herman Susanto, menjelaskan, keberadaan KEK Kota Batu bertujuan untuk mengakselerasi ekonomi kreatif yang sudah ada di Kota Batu serta mengoptimalisasi potensi dengan branding kota wisatanya.

"Dimungkinkan masih banyak potensi wisata yang masih belum terangkat," kata Agus.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muhammad Dhani Rahman
PenulisMuhammad Dhani RahmanPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2022. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia