Top, Prodi Farmasi UNIPMA Madiun Raih Akreditasi Baik Sekali
Program Studi Farmasi Program Sarjana Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains (FIKS) UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun) telah Terakreditasi "Baik Sekali" berdasarkan Surat Keputusan (SK)

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
MADIUN – Program Studi Farmasi Program Sarjana Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains (FIKS) UNIPMA Madiun (Universitas PGRI Madiun) telah Terakreditasi "Baik Sekali" berdasarkan Surat Keputusan (SK) Pengurus Perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (Perkumpulan LAM PT-Kes) Nomor 0092/LAM-PTKes/Akr/Sar/II/2024.
Kepala Program Studi Farmasi UNIPMA Madiun, Apt. Weka Sidha Bhagawan, M. Farm mengatakan bahwa pencapaian ini menunjukkan telah berhasilnya Tri Dharma di Program Studi Farmasi baik itu pengajaran, riset, dan pengabdian masyarakat di bidang kefarmasian, setelah melalui seluruh proses persiapan, pematangan hingga visitasi lapangan dengan mendapatkan status akreditasi "Baik Sekali."

"Kami bersyukur program studi Farmasi telah berhasil meningkatkan akreditasi Lam PT-Kes dari semula C menjadi Baik Sekali dengan nilai memuaskan 344. Selain itu akreditasi Baik Sekali menunjukkan adanya progresivitas di Prodi Sarjana Farmasi. Sekaligus menunjukkan bahwa Prodi Sarjana Farmasi kompetitif dengan prodi serupa di tempat lain," papar Weka.
Dia menambahkan, dengan dasar akreditasi tersebut Unipma Madiun melalui Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains berkomitmen untuk segera mendirikan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) di pertengahan tahun 2024

SK Akreditasi program studi farmasi. (Foto: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia)
"Diharapkan setelah berdirinya PSPA pertama di wilayah Jawa Timur barat tersebut mampu memenuhi kebutuhan tenaga apoteker yang relatif kurang di wilayah ini," kata Weka. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

