Advertisement
Indonesia Positif

Tradisi Nyekar dan Meroketnya Harga Mawar di Kota Batu

Meskipun zaman terus berubah, tradisi nyekar sebelum memasuki Bulan Ramadan tetap berlangsung. Peziarah memenuhi Tempat Pemakaman Umum (TPU) untuk membersihkan makam kelu ...

TIMES Indonesia,
Tradisi Nyekar dan Meroketnya Harga Mawar di Kota Batu
Tradisi nyekar yang selalu dilaksanakan sebelum bulan Ramadan tiba. (FOTO: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

BATU Tradisi nyekar sebelum memasuki Bulan Ramadan 2024 seolah tidak pernah surut dimakan zaman. Tempat Pemakaman Umum (TPU) baik di desa maupun perkotaan selalu dipenuhi orang.

Mereka datang untuk membersihkan makam keluarga sekaligus untuk mengirim doa untuk keluarga mereka yang meninggal dunia.

Advertisement

bulan-Ramadan-tiba-2.jpg

Karena itu, peziarah datang dengan membawa peralatan bersih-bersih (seperti sapu lidi), membawa Buku Yasin dan satu yang selalu mereka bawa adalah bunga.

"Kalau kita selalu membawa bunga dari rumah, karena kita memang menanamnya, namun tetap saja kita beli bunga yang kita tidak punya seperti bunga mawar," ujar Hakim, Warga Kelurahan Sisir, Kota Batu, Jawa Timur.

Menurutnya, saat nyekar ia selalu membawa bunga kantil, bunga kenanga, bunga flamboyan, bunga melati, bunga pandan dan bunga mawar.

"Pokoknya yang harum dan warna warni," ujar Hakim.

Advertisement

Menurutnya, kalau pun tidak ada dirumah, bunga lengkap ini bisa dibeli ditempat orang jual bunga. Dimana biasanya dijual Rp5000 hingga Rp 10 ribu perplastik.

"Isinya sudah lengkap itu," ujar Hakim.

Tingginya permintaan bunga mawar ini memberikan keberkahan sendiri bagi penjual bunga. Biasanya pertangkai seharga Rp500, kini tembus Rp2500.

"Permintaan banyak, ya kita sesuaikan dengan jumlah barangnya," ujar Solikhah, salah seorang penjual bunga. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muhammad Dhani Rahman
PenulisMuhammad Dhani RahmanPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2022. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia