Advertisement
Indonesia Positif

Ngaji Aswaja Unisma, Mengenal Lebih Dalam Sosok Wahbah az Zuhaili

Universitas Islam Malang (Unisma) kembali menggelar Ngaji Aswaja pada Selasa (19/3/2024). Kali ini, tema yang mereka ambil cukup spesifik, yakni "Nalar dan Karakter Ahlu ...

TIMES Indonesia,
Ngaji Aswaja Unisma, Mengenal Lebih Dalam Sosok Wahbah az Zuhaili
Kegiatan ngaji aswaja yang digelar Unisma pada Selasa (19/3/2024). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

MALANG Universitas Islam Malang (Unisma) kembali menggelar Ngaji Aswaja pada Selasa (19/3/2024). Kali ini, tema yang mereka ambil cukup spesifik, yakni "Nalar dan Karakter Ahlu Sunnah wal Jama'ah an Nahdliyah dengan Perspektif Wahbah az Zuhaili".

Wahbah az Zuhaili sendiri adalah ulama Ahlussunnah dunia di Damaskus Suriah. Syekh Prof.Dr.Wahbah Az Zuhaili adalah cerdik cendikia (alim allamah) yang menguasai berbagai disiplin ilmu (mutafannin). seorang ulama fikih kontemporer peringkat dunia, pemikiran fikihnya menyebar ke seluruh dunia Islam melalui kitab-kitab fikihnya.

Advertisement

Namanya juga diabadikan di perpustakaan Unisma yakni di corner Wahbah az Zuhaili. "Itu dulu yang memberikan nama adalah KH Marzuki Mustamar. Saat ini kita ingin tahu kenapa diberi nama Wahbah az Zuhaili," ucap Rektor Unisma, Prof Maskuri.

Sehingga dalam ngaji aswaja tersebut, KH Marzuki Muktamar sebagai pengasuh pondok pesantren Sabiilul Rosyad, Kota Malang sekaligus mantan Ketua PWNU Jatim dihadirkan sebagai narasumber utama.

"Kerlu diberikan suatu pencerahan, terkait dengan  akidah, syariah, akhlak, tasawuf yang bisa menjadi guiden bagi civitas akademika Unisma," imbuhnya.

Dengan mengetahui sejarah dan juga perbuatan baik tokoh agama dunia tersebut, dan mengabadikan namanya di perpustakaan Unisma, Rektor berharap, ketika seseorang datang ke perpustakaan Unisma, maka mereka juga bisa meneladani tokoh dari ahlusunnah tersebut.

"Dalam kegiatan ini, kita menghadirkan seluruh dosen baru yang ada di lingkungan Unisma. Hal ini kita harapkan bisa menjadi guiden bagi semuanya tentang apa itu ahlusunnah dan tokoh-tokohnya," pungkas Rektor.  (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia