Advertisement
Indonesia Positif

Peringati Hari Tuberkulosis Sedunia, Ubaya Bagikan Kit dan Beri Penyuluhan di Putat Jaya

Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya) memberikan 100 kit berisi masker dan hand sanitizer ke warga Kelurahan Putat Jaya untuk memperingati ...

TIMES Indonesia,
Peringati Hari Tuberkulosis Sedunia, Ubaya Bagikan Kit dan Beri Penyuluhan di Putat Jaya
Mahasiswa Ubaya (kiri) membagikan kit dan memberi edukasi tentang TBC ke warga Putat Jaya, Sabtu (23/3/2024).(Foto: Humas Ubaya for TIMES Indonesia)
A-AA+

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia

Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.

SURABAYA Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (Ubaya) memberikan 100 kit berisi masker dan hand sanitizer ke warga Kelurahan Putat Jaya untuk memperingati Hari Tuberkulosis (TBC) Sedunia yang jatuh pada tanggal 24 Maret.

Ada pula edukasi keliling tentang TBC kepada masyarakat dan penyuluhan ke Kader Surabaya Hebat (KSH). Kegiatan diadakan pada Sabtu (23/3/2024).

Advertisement

Pembagian kit serta penyuluhan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Kedokteran dan Farmasi Ubaya dengan Puskesmas Putat Jaya.

Tim beranggotakan dr. Sajuni, Sp.MK., M.Ked.Klin dan dr. Risma Ikawaty, Ph.D serta lima mahasiswa dari Fakultas Kedokteran. Selain itu, apt. Anita Purnamayanti, M.Farm-Klin dari Fakultas Farmasi juga terlibat menjadi anggota.  

Ketua tim, dr. Sajuni, Sp.MK., M.Ked.Klin., mengatakan Kelurahan Putat Jaya dipilih karena menjadi daerah dengan jumlah penderita TBC terbanyak di Surabaya.

Ubaya-2.jpg
dr. Sajuni memberikan penyuluhan tentang TBC, Sabtu (23/3/2024).(Dok.Humas Ubaya)

Per tahun 2023, ada sekitar 142 kasus penderita TBC di Putat Jaya. Untuk itu, kami akan membagikan kit ke daerah yang padat penduduk untuk mencegah penyebaran TBC semakin meluas, jelasnya. 

Advertisement

Dr. Sajuni menambahkan, setelah berkeliling ke masyarakat akan dilakukan penyuluhan ke KSH. Menurutnya, penyuluhan juga perlu dilakukan karena masih banyak kader yang belum mendapat edukasi tentang TBC.

"Kami berharap, kegiatan ini dapat membuat masyarakat lebih aware terhadap tuberkulosis dan bersama-sama mengakhiri penyebaran TBC," harap dr. Sajuni.

Terkait program PKM ke depannya, ia dan tim masih akan melakukan seminar ke satgas dan kader puskesmas. 

Sebagai informasi, TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menular dan dapat menyerang otak, kelenjar getah bening, sistem saraf pusat, jantung dan tulang belakang. Namun paling sering menyerang paru-paru.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Lely Yuana
PenulisLely YuanaPernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (AWS). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 8 September 2017. Meliput berbagai topik, termasuk politik, birokrasi, hukum, gaya hidup, seni dan budaya, serta isu sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia