Indonesia Positif

Serahkan Bantuan Insentif 13 Ribu GTT/PTT, Bupati Tekankah Amanah pada Generasi Unggul

Jumat, 05 April 2024 - 21:14 | 29.60k
Bupati Malang, HM Sanusi, menyerahkan secara simbolis bantuan insentif untuk 13 ribu lebih pendidik dan tenaga kependidikan se Kabupaten Malang,  di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (5/4/2024). (Foto Humas Pemkab Malang)
Bupati Malang, HM Sanusi, menyerahkan secara simbolis bantuan insentif untuk 13 ribu lebih pendidik dan tenaga kependidikan se Kabupaten Malang, di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (5/4/2024). (Foto Humas Pemkab Malang)

TIMESINDONESIA, MALANG – Bupati Malang, HM Sanusi, menyerahkan bantuan insentif secara simbolis kepada ratusan perwakilan guru dan pegawai tidak tetap (GTT/PTT) non ASN, di Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Jum'at (5/4/2024) sore. 

Bansos insentif guru non-ASN di Kabupaten Malang ini diberikan untuk 13.021 penerima, dengan total pagu bantuannya sejumlah Rp78,126 miliar. Penerima, guru dari semua jenjang pendikan, mulai PAUD, SD, dan SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Malang. 

Bupati Malang, Sanusi mengatakan, pemberian insentif ini merupakan bantuan tahun kedua. Namun, pada tahun sebelumnya, insentif ini hanya untuk empat bulan saja.

"Bantuan insentif tahun ini, diupayakan setahun penuh. Setiap bulan tenaga pendidik akan menerima insentif Rp500 ribu," kata Sanusi, di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (5/4/2024). 

Bupati Sanusi juga sempat menyinggung pengalamannya bertemu para guru dalam kesempatan acara yang dikunjunginya. 

"Ketika mengunjungi guru TK, guru PAUD itu perbulan itu rata-rata mereka menjawab ada yang digaji Rp100 ribu, ada yang Rp50 ribu, ada yang Rp200 ribu. Tapi, rata-rata digaji Rp200 ribu,” ungkapnya prihatin.

Bupati-Malang-HM-Sanusi-a.jpg

Sanusi menegaskan, bantuan ini sebagai bentuk perhatian Pemkab Malang pada pengembangan dunia pendidikan di Kabupaten Malang. Di mana, intervensi untuk meningkatkan kualitas pendidikan harus terus diupayakan, salah satunya melalui penyerahan bantuan sosial yang pada hari ini dilaksanakan.

"Saya berharap bantuan sosial ini dapat dimaknai sebagai amanah yang harus benar-benar dilaksanakan dengan bijak dan penuh tanggung jawab. Di mana, guru harapannya dapat menjadikan bantuan ini sebagai nilai investasi bidang pendidikan, bukan hanya untuk hari ini melainkan untuk masa depan yang lebih baik," tandas Bupati Malang.

Sanusi juga berpesan kepada guru penerima bantuan ini, agar semakin bersemangat dalam mengembangkan diri, meningkatkan kemampuan dan terus berinovasi, untuk terwujudnya generasi muda Kabupaten Malang yang cerdas dan berdaya saing.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwadji menerangkan, penerima bantuan sejumlah 13.021 orang tersebut adalah pendidik dan tenaga kependidikan non ASN, yang sudah diusulkan dilakukan verifikasi. 

"Bantuan diberikan Rp500 ribu perbulan selama satu tahun, totalnya menerima Rp6 juta/orang," terang Suwadji, Jum'at (5/4/2024). 

Ia merinci, penerima guru PAUD sejumlah 6.032 orang, guru SD sejumlah 3.995 orang, guru SMP sejumlah 2.946 orang. Sisanya, tenaga kependidikan non ASN di lingkungan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. 

Suwadji mengungkapkan, pencairan bansos insentif ini dilakukan non tunai alias transfer langsung ke rekening setiap penerima. 

"Bantuan insentif ini untuk lebih meningkatkan kesejahteraan guru non-ASN di Kabupaten Malang. Pada tahun 2024 ini, insentif guru kita tambah, yang sebelumnya diberikan hanya 4 bulan, tahun ini diberikan penuh 12 bulan," terangnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES