Indonesia Positif

Sungai Dinormalisasi, Bambang Haryo Minta Petani Sidoarjo Merawat Aliran Sungai

Senin, 08 April 2024 - 20:02 | 23.34k
Bambang Haryo bersama perwakilan Gapoktan saat melihat langsung area persawahan desa Simoketawang, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo untuk memastikan sungai avur yang dinormalisasi sudah kembali berfungsi. (Foto: BHS Peduli)
Bambang Haryo bersama perwakilan Gapoktan saat melihat langsung area persawahan desa Simoketawang, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo untuk memastikan sungai avur yang dinormalisasi sudah kembali berfungsi. (Foto: BHS Peduli)

TIMESINDONESIA, SIDOARJO – Bapak petani Sidoarjo Ir. H Bambang Haryo Soekartono (BHS) meminta gabungan kelompok tani (Gapoktan) desa Simoketawang, Wonoayu untuk turut menjaga ekosistem sungai afur usai dinormalisasi.

Hal itu ditegaskan Bambang Haryo saat melihat langsung area persawahan desa Simoketawang, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo untuk memastikan sungai avur yang dinormalisasi sudah kembali berfungsi, Senin (8/4/2024).

Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini mengungkapkan jika sebelum dinormalisasi kondisi sungai sangat memprihatinkan. Tak hanya pendangkalan dan tumpukan sampah, pohon pisang dan tanaman liar lain ikut tumbuh digundukan atau sedimentasi tanah di sungai tersebut.

Bambang-Haryo-4.jpg

"Dulu saya dilapori gapoktan melalui Pak Supri (anggota DPRD terpilih fraksi Gerindra) mengenai kondisi sungai afur ini. Hari itu juga saya kesini memastikan kondisi sungai. Memang sangat memprihatinkan dan dampaknya tentu ke area persawahan yang menyebabkan banjir dan gagal panen kalau dibiarkan," kata Bambang Haryo.

Dari gerak cepat, founder BHS Peduli tersebut menemukan saat ini kondisi sungai sudah kembali normal dan petani tak lagi khawatir tanamannya tergenang banjir saat musim penghujan. Respon cepat tersebut juga ia harapkan dapat diterapkan oleh pemerintah melalui dinas terkait.

"Harapannya, pemerintah dapat terus melakukan respon cepat mengenai keluhan petani. Minimal 1 tahun sekali lah dipastikan bahwa kondisi sungai nya baik-baik saja atau seperti apa dan tentunya, para petani juga diwajibkan untuk menjaga ekosistem dari sungai itu sendiri," ungkap anggota DPR RI terpilih dari Dapil Jatim 1 (Surabaya-Sidoarjo) ini.

Sementara itu, Muhammad Zainuddin salah satu anggota Gapoktan Simoketawang menuturkan sebelumnya pendangkalan sungai afur ini ditakutkan menjadi penyebab gagal panen akibat serangan hama tikus yang bersarang di gundukan tanah afur tersebut dan ancaman banjir saat musim penghujan.

Bambang-Haryo-5.jpg

"Beruntung, bapak petani Sidoarjo bersama dinas terkait gerak cepat melakukan normalisasi. Kami Gapoktan dan belasan hektare sawah di area ini tak lagi khawatir banjir dan gagal panen," paparnya.

Selain itu, Zainuddin juga menyampaikan pasca normalisasi tersebut. Hasil panen belasan hektare sawah di area tersebut alami peningkatan lantaran hama tikus berkurang dan pengairan sawah lancar.

"Petani di Desa Simoketawang Kecamatan Wonoayu merasa gembira karena sungai sudah dilakukan normalisasi. Aliran sungai lancar, perairan untuk persawahan menjadi normal," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES