Indonesia Positif

Fadel Muhammad Ingin Warga Gorontalo Lestarikan Tradisi Lebaran Ketupat

Kamis, 18 April 2024 - 07:10 | 9.35k
Fadel Muhammad merayakan Lebaran Ketupat bersama waga Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, yang digelar masyarakat Jawa Tondano (Jaton). (Foto: dok MPR RI)
Fadel Muhammad merayakan Lebaran Ketupat bersama waga Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, yang digelar masyarakat Jawa Tondano (Jaton). (Foto: dok MPR RI)

TIMESINDONESIA, GORONTALO – Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad antusias merayakan rangkaian tradisi besar khas Gorontalo 'Lebaran Ketupat' yang jatuh pada hari Rabu (17/4/2024).

Tepat pukul 06.30 pagi, mantan Gubernur Provinsi Gorontalo dua periode ini, mengawali perayaan Lebaran Ketupat dengan melaksanakan doa hari raya sunat atau Ketupat di Masjid Al Muttaqin desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, yang digelar masyarakat Jawa Tondano (Jaton).

Turut hadir bersama Fadel Muhammad, Penjabat (Pj) Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, Forkopimda Provinsi dan Kabupaten Gorontalo, aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat sekitar.

Usai melakukan doa dan saling mengucapkan selamat hari raya, Fadel Muhamad, Pj Gubernur dan Bupati Gorontalo secara bergantian memukul bedug tua milik Masjid sebagai tanda dimulainya perayaan Lebaran Ketupat, dilanjutkan dengan menyantap kuliner khas seperti lemang, ketupat dan opor ayam kampung.

Dalam keterangannya, Fadel Muhammad mengungkapkan bahwa Lebaran Ketupat adalah tradisi yang sangat baik. Fadel Muhammad mendorong agar tradisi ini dijaga kelestariannya dan terus ditumbuh kembangkan.  

Perayaan Lebaran Ketupat di Gorontalo sendiri, lanjutnya, pertama kali digelar oleh masyarakat keturunan Jawa-Tondano (Jaton), sejak kedatangan mereka pada tahun 1909. Dari orang-orang Jawa inilah, budaya lebaran ketupat menyebar di Sulawesi.

"Tradisi ini sangat penuh makna. Dimana seluruh masyarakat Gorontalo merayakan, saling gembira, saling meminta dan memberi maaf, semua rumah terbuka lebar. Ini adalah gambaran riil karakter Indonesia yang sangat mempertahankan persatuan dan kesatuan tidak melihat perbedaan yang ada," katanya.

Ada hal yang unik, begitu keluar Masjid Fadel Muhammad dan rombongan langsung diundang ke rumah warga untuk merayakan. Penganan khas lebaran pun tersaji kembali. Fadel Muhammad pun mengajak tuan rumah dan masyarakat yang hadir untuk kumpul dan makan bersama.

Di sepanjang jalan dari Masjid Desa Yosonegoro, Fadel Muhammad pun tak hentinya berhenti, menghampiri masyarakat yang ramai di pinggir jalan, untuk sekedar bersalaman. Masyarakat antusias menyambut uluran tangan tokoh legenda hidup Gorontalo itu.

"Di momen ini saya ucapkan kepada seluruh rakyat Gorontalo dan rakyat Indonesia, selamat hari raya IdulFitri, mohon maaf lahir batin.  Jaga dan rawat selalu persatuan serta  harmonisasi antar elemen bangsa," tandasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES