Indonesia Positif

Anggota Legislatif Bantul Minta Para Pemuda Ambil Peran dalam Pembangunan

Senin, 22 April 2024 - 19:35 | 9.50k
Kegiatan diskusi yang digelar oleh Ruang Kolaborasi Pemuda. (Foto: Edis/ TIMES Indonesia)
Kegiatan diskusi yang digelar oleh Ruang Kolaborasi Pemuda. (Foto: Edis/ TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANTUL – Komunitas pemuda yang tergabung dalam Ruang Kolaborasi Pemuda menggelar acara syawalan dan diskusi di Pendopo Pujakemara Kompleks Wisata Puncak Sosok Pleret Bantul. Diskusi itu menampilkan dua sosok milenial yang sukses menduduki jabatan legislatif. Arni Tyas Palupi, merupakan politikus yang telah duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Bantul selama tiga periode.

Karier wanita ini makin cemerlang, setelah kontestasi Pileg 2024 ini berhasil meruap suara terbanyak dan dipastikan duduk anggota DPRD DIY, dari dapil Bantul Barat. 

Narasumber lainnya adalah Herry Fahamsyah  politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang dalam pemilu ini lolos menduduki kursi DPRD Kabupaten Bantul periode 2024-2029 dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV. 

Dalam diskusi itu, Arni, mengatakan bahwa para pemuda harus berkontribusi dalam berbagai hal dan jangan hanya sebagai penonton saja, kendati dalam skala kecil. 

"Jenengan (partai pemuda) join dengan organisasi yang jenengan nyaman. Mau itu underground partai, atau organisasi apapun, yang jelas harus berperan, jangan hanya ingin jadi penonton. Tidak harus langsung ke parpol, Rois, Karang taruna. Hadir di sini ikut terjun langsung melakukan sesuatu yang berguna baik sekecil apapun,  di RT, di desa atau kampung," ujar Arni, di hadapan 50 peserta dialog dari berbagai organisasi kepemudaan, Senin (22/4/2024).

Sementara itu, Herry Fahamsyah mengatakan generasi muda bisa ambil peran dalam berbagai bidang di Kabupaten Bantul. Misalnya saja generasi muda yang terwadahi dalam ruang kolaborasi pemuda ikut mendampingi dalam pengembangan desa wisata yang saat ini banyak bermunculan.

"Desa wisata hendaknya memiliki ciri khas dan juga keunggulan masing-masing sehingga orang ketika berkunjung ke tempat tersebut dia akan kembali lagi. Jangan hanya mengejar tempat untuk view dan update di sosial media atau instagramable namun tidak memiliki ciri khas. Selesai update, datang sekali orang tidak kembali,” kata dia.

Menurutnya, yang terpenting adalah desa wisata memiliki dan menggali potensi yang ada, lalu dikemas sehingga wisatawan terkesan dan mereka akan kembali lagi. Contoh adalah pembuatan mi secara tradisional menggunakan tenaga sapi di daerah Srandakan.

“Ini bisa menjadi unggulan kemasan wisata di wilayah tersebut," kata Herry.

Ditambahkan, di Bantul perlu dibangun gedung kesenian yang akan menampilkan secara berkala berbagai seni tradisi.

"ini tentu akan menjadi atraksi seni budaya sebagaimana yang ada di Pulau Bali. Di sana pertunjukan tari Kecak sudah mampu menarik kedatangan wisatawan dan menjadi salah satu unggulan," kata Herry seraya berharap di Bantul ada yang seperti itu.

Ketua Ruang Kolaborasi Pemuda, Muhammad Asruri Faisal Alam, mengatakan diskusi ini diharapkan bisa memberikan tambahan wawasan bagi generasi muda.

“Pemuda sangat perlu dilibatkan dalam berbagai kebijakan karena pemuda yang akan banyak berperan saat Indonesia emas 2045," ungkapnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES