Indonesia Positif

Ketua APTISI Jatim Sampaikan Tantangan Perguruan Tinggi Swasta di Era Modern

Sabtu, 27 April 2024 - 13:39 | 23.61k
Prosesi pelantikan Pengurus Komisariat APTISI se-Jatim di Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya, Rabu (24/4/2024) lalu. (FOTO: Gus Zuem for TIMES Indonesia)
Prosesi pelantikan Pengurus Komisariat APTISI se-Jatim di Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya, Rabu (24/4/2024) lalu. (FOTO: Gus Zuem for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JOMBANG – KH. Zaimuddin Wijaya As’ad atau Gus Zuem Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Jawa Timur (Jatim) menyampaikan beberapa tantangan yang harus dihadapi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) era modern. Hal tersebut ia serukan pada saat melantik pengurus Komisariat se-Jatim di Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya, Rabu (24/4/2024) lalu.

Menurutnya, saat ini PTS sedang menghadapi tantangan yang berat karena berhadapan dengan PTN (Perguruan Tinggi Negeri) yang lebih agresif daripada PTS dalam merekrut mahasiswa baru.

“Dulu PTN hanya menyeleksi mahasiswa dari jalur prestasi dan sekali tes tulis. Sekarang ditambah dengan jalur mandiri yang berjilid-jilid sehingga merugikan mahasiswa sendiri,” ujarnya kepada TIMES Indonesia, Sabtu (27/4/2024).

Menurutnya, antara fasilitas yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa yang diterima. Dengan demikian rasio dosen dengan mahasiswa pun timpang. Akan tetapi masyarakat tetap saja meminatinya karena dinina-bobokkan dengan status “Negeri” universitas tersebut.

“Maka dari itu saya mengajak seluruh PTS untuk bergandengan tangan saling menguatkan dalam wadah Aptisi agar kita bisa menjadi PTS yang berkualitas sehingga kita mampu mengimbangi bahkan lebih bermutu daripada PTN,” papar Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Darul Ulum Jombang tersebut.

Melihat hal fenomena tersebut, ada beberapa program penguatan yang dilakukan APTISI Jatim antara lain berupa kegiatan seminar dan workshop baik untuk dosen maupun pejabat struktural kampus.

"Adapun untuk mahasiswa, APTISI Jatim juga menyelenggarakan lomba kreativitas (Lo Kreatif ) tingkat nasional bahkan internasional," ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang ini.

APTISI-2.jpgFoto bersama APTISI Jatim (FOTO: Gus Zuem for TIMES Indonesia)

Seperti yang diketahui, Pelantikan Pengurus Komisariat, Halal bi Halal dan Seminar Tranformasi Digital. Rangkaian acara berikutnya berupa Seminar Transformasi Digital yang narasumburnya dari para praktisi teknologi digital dari Iforte, Intergrasia google. 

Dalam sambutannya sebagai tuan rumah, Rektor UHT, Prof. Dr. H. Supartono menyampaikan selamat datang kepada seluruh hadirin yang merupakan para pimpinan PTS di Jawa Timur. 

“Terimakasih kepada pengurus Aptisi Wilayah Jatim yang memilih UHT sebagai tempat dilaksanakannya acara akbar dengan 3 agenda kegiatan yang dilaksanakan serentak di Gedung Serba Guna kampusnya,” ucapnya.

Dalam gedung yang bernuansa biru laut itu, para hadirin dengan tertib dan khidmat mulai awal hingga akhir, sehingga terasa sekali aura akademisnya. Terlebih pada momentum pelantikan dan pengambilan sumpah 5 kepengurusan komisariat.

Perlu diketahui bahwa di wilayah Jawa Timur terdapat 324 PTS dengan 7 kepengurusan komisariat, sehingga masih 2 komisariat yang belum dilantik. Satu komisariat bisa meliputi 2 Kota atau kabupaten atau lebih, tergantung dari jumlah PTS setempat.

Menurut Sekretaris Aptisi Wilayah Jatim, Dr. Eva Hendriyantini terkait dengan 2 komisariat yang belum dilantik, yaitu komisariat I (Surabaya-Madura) dan komisariat IV (Kota & Kabupaten Malang), hal itu karena masih dalam proses pemilihan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES