Indonesia Positif

Semarak Peringatan Hari Tari, Asri Kusuma UM Usung Manunggal Reksa Kridha

Sabtu, 27 April 2024 - 21:40 | 12.74k
Salah satu sajian tari dari Sanggar Tari Karawitan (STK) Asri Kusuma di peringatan Hari Tari se-Dunia. (Foto: TIMES Indonesia/M Isnaini Wijaya)
Salah satu sajian tari dari Sanggar Tari Karawitan (STK) Asri Kusuma di peringatan Hari Tari se-Dunia. (Foto: TIMES Indonesia/M Isnaini Wijaya)

TIMESINDONESIA, MALANG – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sanggar Tari Karawitan (STK) Asri Kusuma Universitas Negeri Malang (UM) menggelar peringatan Hari Tari se-Dunia dengan megahnya pada Sabtu (27/4/2024) di Panggung Mandala Ganesha UM.

Kolaborasi dari bakat internal UM dan umum menyulut semangat dalam penampilan yang memukau, dimulai pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Delapan penampil yang telah siap dengan segala kekuatan hadir untuk memeriahkan peringatan ini. Di antaranya, Bidang Tari STK Asri Kusuma, Bidang Karawitan STK Asri Kusuma, KOMIPA UM, EDC FEB UB, Unitantri UB, Theatrisic Polinema, Jaranan Rogo Putro Semar, dan Malang Fire Dance.

Meskipun Hari Tari se-Dunia umumnya dirayakan pada tanggal 29 April, penampilan hari ini tak kalah mengagumkan. Diva Amara, mahasiswa S1 Prodi Psikologi UM dan Ketua Umum UKM STK Asri Kusuma, menjelaskan alasannya memilih tanggal 27 April untuk perayaan ini.

Tari-Karawitan-2.jpgSajian tari Tinangki Laras dari EDC FEB UB. (Foto: TIMES Indonesia/M Isnaini Wijaya)

Menurutnya, pilihan tanggal bertepatan dengan akhir pekan bertujuan untuk memikat minat penonton. “Kami memilih tanggal ini agar lebih banyak orang dapat menikmati acara ini pada akhir pekan,” ungkapnya.

Tema peringatan Hari Tari Sedunia kali ini yang diusung adalah “Manunggal Reksa Kridha”, sebuah panggilan untuk generasi muda agar terus merawat dan melestarikan seni. “Kesenian adalah ciri khas dari masyarakat kita yang multikultural, dan kita harus mempertahankannya,” jelas Diva.

Diva menegaskan pentingnya menjaga, merawat, dan memahami seni sebagai bagian dari warisan generasi muda. “Melalui merawat dan mempelajari berbagai tarian, kita dapat menjaga dan menghormati warisan budaya kita,” tambahnya.

Tujuan dari peringatan Hari Tari se-Dunia ini adalah untuk menampilkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat agar diapresiasi dengan baik. “Setiap bentuk apresiasi memiliki makna yang besar bagi para seniman,” kata Diva.

Dr Tri Wahyuningtyas, SPd, MSi, Dosen Departemen Seni dan Desain UM sekaligus pembina STK Asri Kusuma, juga menyatakan harapannya bahwa peringatan ini dapat menginspirasi kreativitas dan dirayakan di berbagai lingkup.

Dengan harapan besar, Diva berharap bahwa kegiatan seni dan budaya memperingati Hari Tari se-Dunia di UM ini akan terus berkembang dan lestari. “Melalui kegiatan ini, kita dapat memupuk semangat seni yang berguna bagi budaya Indonesia,” pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES