Indonesia Positif

Punya Nilai Filosofis Baik dan Sejarah, Batik Garudeya Bakal Jadi Seragam Pelajar di Malang

Senin, 29 April 2024 - 17:22 | 13.48k
Penyerahan simbolis kain batik Garudeya kepada perwakilan siswa, saat acara halal bihalal MKKS SMP dan peluncuran Batik Pelajar Kabupaten Malang Garudeya, di Bojana Puri, Kepanjen Kabupaten Malang, Senin (29/4/2024) (FOTO: Amin/TIMES Indonesia)
Penyerahan simbolis kain batik Garudeya kepada perwakilan siswa, saat acara halal bihalal MKKS SMP dan peluncuran Batik Pelajar Kabupaten Malang Garudeya, di Bojana Puri, Kepanjen Kabupaten Malang, Senin (29/4/2024) (FOTO: Amin/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Bupati Malang, HM Sanusi mengungkapkan, mendukung penerapan seragam batik bermotif Garudeya bagi pelajar di Kabupaten Malang, karena punya nilai filosofis sangat baik. 

"Ya, batik Garudeya sudah menjadi ikon Kabupaten Malang, dan sudah tersertifikasi HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual), yang nilai filosofisnya, wujud ketataan anak kepada orang tua," terang Sanusi, usai menghadiri acara Halal bihalal MKKS SMP Swasta se Kabupaten Malang, dan Launching Batik Pelajar Kabupaten Malang Garudeya, di Hall Bojana Puri, Kepanjen, Senin (29/4/2024). 

Batik-Garudeya-Bakal.jpgBupati Malang, HM Sanusi, menyerahkan salinan Sertifikat HaKI Batik Garudeya kepada Hj Anis Zaida, selalu Ketua Umum Dekranasda Kabupaten Malang. (FOTO: Amin/TIMES Indonesia) 

Karena punya makna filosofis sangat baik ini, menurutnya kecintaan batik Garudeya perlu ditanamkan, dan digunakan menjadi seragam siswa sekolah di Kabupaten Malang. 

"Selain jadi kekayaan budaya dan kreasi seni batik, Garudeya sangat baik ditanamkan pada pelajar. Ketaatan pada orang tua itu merupakan ajaran Islam, dimana Allah SWT akan ridla, jika orang tua meridlai anak (yang taat)," jelas Abah Sanusi. 

Mengingat jumlah pelajar di lingkup pendidikan Kabupaten Malang, Bupati menyatakan, perlu terus disosialisasikan makna filosofis batik Garudeya, untuk kemudian dijadikan seragam resmi siswa. 

Sertifikat-HaKI-Batik.jpg

Disinggung apakah akan dikeluarkan peraturan daerah atau Bupati Malang terkait kewajiban pemakaian batik Garudeya sebagai seragam resmi sekolah, Sanusi menyatakan masih melihat perkembangan dan berbagai telaah pertimbangan. 

"Ya nanti, lihat dulu (perlu tidaknya Peraturan Bupati) terkait seragam wajib batik Garudeya ini. Masih harus banyak disosialisasikan, melihat juga kesiapan sekolah," kata Abah Sanusi. 

Peluncuran batik Garudeya bersamaan halal bihalal bersama MKKS SMP swasta ini, ditandai dengan pemukulan gong. Dilanjutkan, penyerahan oleh Bupati Malang salinan Sertifikat HaKI Batik Garudeya kepada Hj Anis Zaida, selalu Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Malang. 

Dalam kesempatan ini, secara simbolis Hj Anis Zaida menyerahkan kain batik Garudeya kepada dua perwakilan siswa. Kain batik Garudeya juga dihadiahkan Bupati Malang kepada setidaknya 256 Kepala SMP Swasta se Kabupaten Malang. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES