Indonesia Positif

GenBI IAIN Kudus Sukses Berdayakan Kedungsari Jadi Desa Binaan

Kamis, 02 Mei 2024 - 13:28 | 13.90k
Selama empat bulan program digulirkan, GenBI IAIN Kudus melakukan pendampingan dan monitoring kepada Desa Kedungsari. (FOTO: Ihza Fajar Azhari/TIMES Indonesia)
Selama empat bulan program digulirkan, GenBI IAIN Kudus melakukan pendampingan dan monitoring kepada Desa Kedungsari. (FOTO: Ihza Fajar Azhari/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, KUDUS – Potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog Kudus Jawa Tengah, menarik perhatian dari Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Institut Agama Islam Negeri Kudus (IAIN Kudus).

Mereka pun menjadikan Desa Kedungsari masuk menjadi program desa binaan, untuk diproyeksikan agar pemerintah desa setempat mampu membangun potensi secara mandiri dan unggul.  

Untuk diketahui, GenBI merupakan komunitas yang terdiri kumpulan mahasiswa yang terpilih dan menang sebagai penerima beasiswa Bank Indonesia.

Selama empat bulan program digulirkan sejak Januari hingga April 2024, GenBI melakukan pendampingan dan monitoring kepada Desa Kedungsari. Selama pendampingan berlangsung, GenBI berhasil memberdayakan sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) desa setempat.

GenBI-IAIN-Kudus-b.jpgPembina II GenBI IAIN Kudus, Sutanto menyerahkan sertifikat desa binaan kepada Kades Kedungsari Sukoyo. (FOTO: Ihza Fajar Azhari/TIMES Indonesia)

Untuk memungkasi program kerja bertema “Tumbuh Bersama GenBI IAIN Kudus dan Kedungsari Membangun Potensi Mandiri serta Unggul”, penutupan berlangsung di aula Balai Desa Kedungsari, Kamis (2/5/2024).

Untuk memeriahkan penutupan desa binaan, juga ditampilkan seni kebudayaan dan bakat warga desa setempat. Seperti tari kretek, pidato, dan story telling menggandeng beberapa lembaga pendidikan di Desa Kedungsari.

Ketua Divisi Sosial dan Lingkungan GenBI IAIN Kudus, Ilma Sururina mengatakan, program desa binaan di Kedungsari telah melaksanakan 46 program kerja.  Program itu meliputi bidang pendidikan, sosial masyarakat, seni kebudayaan, lingkungan, ekonomi dan pemerintahan.

“Puluhan program kerja GenBi itu, difokuskan untuk pemberdayaan dan pengembangan masyarakat Desa Kedungsari,” ujar Ilma.

Di bidang perekonomian, GenBi juga melakukan pembinaan produksi UMKM. Selain itu, mengenalkan dan mengajarkan cara pendaftaran sertifikat halal, upgrade kemasan, pemasaran digital, dan branding produk kepada para UKMK desa setempat.

Dalam kesempatan yang sama, Pembina II GenBI IAIN Kudus, Sutanto berharap, program desa binaan tidak hanya berhenti usai pendampingan telah berakhir.

“Namun harus ada keberlanjutan agar UMKM dan masyarakat Desa Kedungsari terus mendapatkan pemberdayaan. Pemberdayaan masyarakat harus lebih implementatif lagi, agar mampu mendorong desa binaan menjadi lebih unggul dan mandiri,” terangnya.

Sutanto juga memberikan peluang kepada Desa Kedungsari untuk berkerjasama dengan IAIN Kudus. Kerjasama itu dalam bidang pendidikan, UMKM, olahraga, dan lain sebagainya.

“Saya mengucapkan terima kasih dengan sambutan dari pemerintah dan masyarakat desa Kedungsari, karena telah memberikan wadah dan ikut membantu menyukseskan program desa binaan ini,” imbuhnya.

Di lain pihak, Kepala Desa Kedungsari, Sukoyo mengaku bangga desa yang dipimpinnya menjadi tujuan dari pengabdian GenBI IAIN Kudus. Banyaknya program kerja Genbi, memberikan wawasan dan pengalaman kepada masyarakat desa untuk lebih baik lagi.

“Semangat dan jiwa positif yang ditunjukkan oleh GenBI, menjadi harapan kami agar bisa menjadi contoh bagi generasi muda untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan di Desa Kedungsari,” harapnya. (*)

 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES