Indonesia Positif

Hardiknas 2024: Pemkab Bondowoso Siap Pertahankan Tren Positif IPM Bidang Pendidikan

Kamis, 02 Mei 2024 - 13:47 | 21.42k
Plt Kepala Disdik Bondowoso, Anisatul Hamidah (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)
Plt Kepala Disdik Bondowoso, Anisatul Hamidah (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pendidikan (Disdik) berkomitmen untuk terus mempertahankan tren positif indeks pembangunan manusia (IPM) bidang pendidikan. 

Komitmen itu diungkapkan oleh Kepala Disdik Anisatul Hamidah usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Alun-alun Bondowoso, Kamis (2/4/2024). 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bondowoso 2023, harapan lama sekolah (HLS) penduduk umur 7 tahun meningkat 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya, dari 13,31 menjadi 13,32 tahun. 

Sedangkan rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk umur 25 tahun ke atas meningkat 0,14 tahun, dari 6,22 tahun menjadi 6,36 tahun pada tahun 2023. 

Selama periode 2020 hingga 2023, HLS Kabupaten Bondowoso rata-rata meningkat 0,10 persen per tahun. Sementara RLS meningkat 2,38 persen per tahun.

RLS tahun 2023 meningkat 0,14 tahun (2,25 persen) dibandingkan tahun 2022, melambat dibandingkan rata-rata pertumbuhan 2020-2022 (2,44 persen). 

Plt Kepala Disdik Bondowoso, Anisatul Hamidah menjelaskan, untuk mempertahankan tren positif itu pihaknya meminta sekolah untuk terus memantau  data residu di Dapodik. 

“Di data residu itu akan ketemu. Di residu itu ada anak yang tidak melanjutkan. Dari situ kita tahu ada berapa anak alumni SMP yang tidak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, itu kita akan sisir,” kata dia. 

Oleh karena itu kata dia, bupati mencanangkan program ‘stop kebodohan melahirkan kebodohan’. Jika orang tuanya lulusan SMP, minimal anaknya lulus SMA atau bahkan bisa lulus perguruan tinggi. 

Menurutnya, Disdik sudah bekerja sama dengan paguyuban perguruan tinggi se Kabupaten Bondowoso, untuk mendorong anak-anak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. 

Ia juga meminta kepala sekolah agar meng-update KK peserta didik yang sudah lulus sekolah. Misalnya setelah lulus SD dia melanjutkan ke SMP, maka saat lulus SMP segera di-update

“Kalau KK-nya di-update semua lulus SMP, maka saya yakin angka rata-rata sekolah kita akan naik. Bekerja sama dengan Dispenduk,” terang dia. 

Pihaknya menyadari bahwa saat ini butuh kolaborasi antar instansi. Misalnya dengan Dinas Sosial P3AKB menggagas sekolah siaga kependudukan. Tujuannya agar pelajar tidak menikah di usia anak. 

Disdik juga berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan agar peserta didik memiliki tumbuh kembang yang baik. Mengkonsumsi makanan sehat dan terhindar dari stunting. 

Bahkan bersama BPBD pihaknya menggagas sekolah tangguh bencana. Kemudian dengan DLH ada sekolah Adiwiyata. 

“Sinergitas kolaborasi jadi nomor satu. cross cutting eksternal, cross cutting internal itu menjadi bagian yang harus kita bangun. Kami juga terima kasih kepada tokoh masyarakat, Himpaudi, IGTKI, PGRI, MKKS, K3S dan seluruh organisasi yang bergerak di bidang pendidikan,” ucap dia.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES