Indonesia Positif

Gotong Royong untuk Flobamoratas, Ajak Orang Muda Beraksi Iklim di Sumba Timur

Senin, 06 Mei 2024 - 14:28 | 11.13k
Sebelum melakukan aksi peserta Jambore  mendapat briefing dari Gruf 2024.(FOTO: Habibudin/TIMES Indonesia)
Sebelum melakukan aksi peserta Jambore mendapat briefing dari Gruf 2024.(FOTO: Habibudin/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SUMBA TIMUR – Koalisi Orang muda atas Perubahan Iklim (KOPI) menggelar Jambore Gotong Royong untuk Flobamoratas (Gruf) mengajak orang-orang muda untuk beraksi iklim di Sumba Timur.

“Aksi ini untuk Flores, Sumba, Timor, Alor, Rote, Lembata dan Sabu (Flobamoratas) yang kita laksanakan kali keempat di lokasi wisata Pantai Londa Lima, Desa Kutta,” kata Gilbert Sandy selaku ketua pelaksana gotong royong untuk Flobamoratas (GRUF) 2024, Senin (6/5/2024).

Menurutnya, kegiatan ini dihadiri 152 orang muda dari 12 daerah di NTT yang bergerak di berbagai isu atau sektor namun tak hanya lingkungan tetapi juga seni budaya, pendidikan, anak, kesehatan, hingga gender.

"Tujuan aksi ini untuk membangun jaringan antarkomunitas agar semakin banyak orang yang peduli dan bergerak melakukan aksi iklim lebih masif di NTT,” katanya.

Gilbert menyebut, seni adalah bahasa ekspresi manusia yang universal sehingga kami percaya bahwa melalui seni juga kita dapat menyuarakan pesan positif seperti perlindungan hutan dan aksi iklim.

Ia mengtakan, Gruf 2024 dikemas dengan sentuhan seni dan mengundang serta memberi pelatihan kepada 20 senimam muda sejak April lalu untuk bersama-sama membuat karya melalui kampanye bertajuk “Seni untuk Bumi”.

Ia menyampaikan, pemilihan 20 seniman dimulai dari rekrutmen terbuka kepada seluruh seniman muda asal NTT yang terpilih dari total 60 seniman yang mendaftar kemudian seniman terpilih diberikan pelatihan dasar dan dipertemukan dengan beberapa pakar.

“Jadi, setelah itu 20 orang seniman itu diberikan waktu pengkaryaan selama 3 minggu untuk kemudian dipertemukan di Jambore  Gruf 2024,” tutur Gilbert.

Adapun tambah dia, agenda Gruf berlangsung selama 2-5 Mei 2024 yang dikemas dengan konsep greencamp atau kemah ramah lingkungan dengan menghadirkan kelas penguatan kapasitas bertema “Climate Justice”.

Sesi sharing bersama dengan 20 seniman terpilih dalam bentuk Artivism Session. Sesi berbagi dari peserta dalam bentuk Human LIVErary Session berbagai pangan lokal, pasar barter, diskusi, dan nobar film iklim serta pembuatan rancangan aksi iklim bersama 12 komite Eksekutif Daerah KOPI.

“Festival Gruf 2024 tanggal 5 Mei 2024 kemarin kita buka untuk umum sehingga masyarakat sekitar bisa berpartisipasi dan ikut menikmatipameran artivism seni untuk bumi juga ada penampilan aksi panggung dari setiap daerah baik dari tarian, musikalisasi, puisi,dan bazzar produk komunitas,”paparnya.

Direktur Koalisi KOPI Dicky Lopulalan menambahkan, pihaknya berharap kesadaran dan peserta tentang perubahan iklim dan lingkungan ekosistem semakin meningkat dan dapat menjadi bekal bagi mereka dalam melakukan kampanye dan aksi iklim.

“Kami berharap Gruf kali ini dapat melahirkan kesepakatan cara bekerja jaringan organisasi/komunitas kaum muda diseluruh NTT yang dijalankan para peserta pasca kegiatan ini.” harapnya.

Hal unik lainnya, Jambore Gruf 2024 menyisipkan isu ketahanan pangan pada kampanye aksi iklimnya. Kerena ketahanan pangan bukan hanya tentang memastikan pangan tersedia dalam jumlah yang cukup tetapi juga tentang keadilan sosial, kesehatan keberlanjutan lingkungan, dan hak asasi manusia.

“NTT sendiri memilki potensi wisata dan alam yang indah namun di sisi lain lahan pertanian yang terbatas dan ketersediaan air sering kali menjadi kendala ketahanan pangan yang signifikan maka Jambore Gruf 2024 mengajak lapisan masyarakat untuk dapat terlibat secara sosial,” terang Dicky. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES