Indonesia Positif

SMK Negeri 1 Sanden Umumkan Kelulusan di Monumen Perjuangan Serangan Umum 1 Maret

Selasa, 07 Mei 2024 - 20:21 | 25.10k
Para siswa melihat ruang yang dijadikan lokasi persiapan dan perintah serangan Umum 1 Maret di Monumen Bibis Bangunjiwo Kasihan Bantul. (Foto: Edis/TIMES Indonesia)
Para siswa melihat ruang yang dijadikan lokasi persiapan dan perintah serangan Umum 1 Maret di Monumen Bibis Bangunjiwo Kasihan Bantul. (Foto: Edis/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANTUL – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sanden, Bantul, melakukan pengumuman kelulusan dengan cara yang unik. Para siswa SMK Negeri 1 Sanden diajak mengingat sejarah perjuangan para pahlawan saat merebut Yogyakarta dari tangan Belanda melalui serangan Umum 1 Maret 1949.

Para siswa ditunjukkan sebuah lokasi yang digunakan sebagai Markas Wehkriese III yang dikomandoi oleh Letkol Soeharto. Lokasi itu di sebuah rumah warga bernama Hardjowiyadi yang kala itu menjabat sebagai Dukuh di Padukuhan Bibis, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Bantul.

Di rumah tersebut, Letkol Soeharto mempersiapkan dan memerintahkan perebutan Yogyakarta tepat pada 18 Februari 1949.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sanden, Sutapa, mengatakan, pengumuman kelulusan yang digelar di monumen perjuangan serangan Umum 1 Maret, harapannya para siswa terinspirasi dengan semangat para pejuang kemerdekaan.

Dimana mereka yang penuh dengan keterbatasan, tetap memiliki semangat tinggi sehingga cita-cita kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan dengan mudah dapat diraihnya.

"Pengumuman di Monumen Bibis ini harapannya anak anak bisa terinspirasi oleh perjuangan para pejuang terdahulu di mana beliau berjuang dengan kondisi sangat terbatas tetapi dengan semangat tinggi mampu meraih kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan ini yang sengaja kami sampaikan ke anak anak biar anak anak memiliki semangat seperti pejuang," ujar Topo, sapaan akrab Sutapa, Selasa (7/5/2024).

Topo menyampaikan, sebelum pelaksanaan pengumuman kelulusan di Monumen Bibis ini, para siswa yang jumlahnya 117 siswa sebelumnya melakukan perlombaan tradisional sebagai rangkaian acara pengumuman kelulusan yang digelar di halaman SMK Negeri 1 Sanden.

Hal ini, sebagai upaya agar para siswa tidak melakukan kegiatan-kegiatan negatif pasca pengumuman kelulusan seperti konvoi kelulusan, aksi coret-coret bahkan tindakan yang mengarah kriminalitas.

"Konsepnya dengan fun game kita awali dari pagi sampai sore harapannya anak anak dalam merayakan kelulusan tidak melakukan kegiatan yang negatif tapi kegiatan yang positif. Dan kami sengaja dengan fun game maksud tujuan kami anak anak setelah kemarin melakukan pembelajaran belajar selama tiga tahun mudah mudahan anak anak bisa fresh bisa kembali segar," tandasnya.

Pemilihan permainan tradisional tentu saja pertama bisa melestarikan dan menjadi pemegang tongkat estafet untuk generasi berikutnya sehingga permainan tradisional tidak hilang. Selain itu, dengan permainan tradisional anak-anak bisa berinteraksi antar teman yang tidak ditemukan ketika bermain game online, sifatnya individu tidak berkomunikasi dengan makhluk hidup.

"Kalau komunikasi dengan makhluk hidup bisa berkomunikasi bisa menghargai bisa musyawarah," Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Sanden, Sutapa. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES