Indonesia Positif

National Water Forum 2024 di Banten, Bahas Pengelolaan Air Bersih dan Limbah Industri

Rabu, 08 Mei 2024 - 22:26 | 11.05k
National Water Forum 2024 (Foto: Wijaya)
National Water Forum 2024 (Foto: Wijaya)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Hotel Swiss-Bell, Kota Cilegon menjadi tempat yang bersejarah saat menjadi tuan rumah National Water Forum 2024, Selasa (3/4/2024).

Acara ini merupakan tonggak penting dalam kalender pengelolaan sumber daya air dan lingkungan di Provinsi Banten, Indonesia. Dengan tema "Water Conservation for Sustainability", forum ini menyatukan pemangku kepentingan dari berbagai sektor untuk merumuskan solusi inovatif dan tindakan konkret.

National Water Forum 2024 diselenggarakan oleh PT. Sefactor Deos Maks (PUFFER), perusahaan yang telah lama berkomitmen untuk menghadirkan perubahan positif dalam pengolahan air, dengan dukungan dari Royal Academy of Engineering.

Acara ini juga disponsori oleh Royal Academy of Engineering dalam rangka kegiatan Awardee Excellent Community. Kolaborasi strategis antara pemerintah daerah DLH Provinsi Banten dan Asosiasi HSE Provinsi Banten, yakni Komunitas Safety Banten (KSB), juga turut menjadi salah satu poin penting dalam kesuksesan acara ini.

Pada National Water Forum 2024, fokus utama adalah untuk mendorong kerja sama lintas sektor dalam pengelolaan air bersih dan air limbah industri. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan industri di kawasan Provinsi Banten, sektor rumah sakit dan klinik, hingga kaum akademisi dari berbagai kampus, menandai komitmen bersama untuk menemukan solusi yang efektif dalam mengatasi tantangan terkait air dan lingkungan.

Salah satu momen penting dalam acara ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT. Sefactor Deos Maks dan Komunitas Safety Banten (KSB), yang menyaksikan pemerintah daerah setempat. MoU ini menciptakan landasan yang kuat bagi kolaborasi yang lebih erat antara sektor industri dan pemerintah daerah dalam hal pengelolaan air bersih dan lingkungan. Kerja sama ini akan meliputi berbagai aspek, mulai dari pelatihan dan pendidikan, pengembangan teknologi tepat guna, hingga investasi dalam infrastruktur pengolahan air.

"Kami sangat bangga menjadi bagian dari National Water Forum 2024 dan menyaksikan komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup," ujar kepala bidang pengolahan sampah dan limbah B3 dan pengendalian pencemaran DLH Propinsi Banten, Ruly Rianto ST.M.SI.

"Kami yakin bahwa melalui kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak, kita dapat menciptakan solusi yang berkelanjutan dalam mengelola sumber daya air yang semakin terbatas ini," imbuhnya.

Selain penandatanganan MoU, acara ini juga menyuguhkan serangkaian presentasi, diskusi panel, dan lokakarya praktis yang melibatkan para ahli dan praktisi di bidang pengelolaan air. Dari diskusi ini, terungkap berbagai tantangan yang dihadapi oleh industri dan pemerintah daerah dalam menjaga kualitas air bersih dan mengelola limbah industri dengan lebih efektif.

Endin Tajuddin S.Si., M.Si., MT., seorang ahli lingkungan dari Gronigen University - Belanda, dalam presentasinya menyatakan,  peningkatan kesadaran akan pentingnya pengelolaan air bersih dan lingkungan adalah langkah awal yang penting.

"Namun, kita juga perlu bertindak secara kolektif untuk mengimplementasikan solusi-solusi inovatif yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar," jelasnya. 

Selain itu, National Water Forum 2024 juga menjadi platform untuk memperkenalkan berbagai teknologi dan inovasi terbaru dalam pengelolaan air bersih dan lingkungan. Pemaparan teknologi yang diadakan sepanjang acara memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berinteraksi langsung dengan perusahaan-perusahaan dan lembaga riset yang berperan dalam mengembangkan solusi-solusi terkini dalam bidang ini.

Dalam konteks ini, kehadiran perwakilan dari sektor akademisi sangat penting. Prof. Rahmayatty, seorang pakar dalam bidang teknologi lingkungan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), perguruan tinggi terkemuka di Provinsi Banten, berharap kolaborasi antara industri, pemerintah, dan akademisi, dapat menciptakan terobosan-terobosan baru dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

National Water Forum 2024 tidak hanya menjadi wadah untuk bertukar ide dan pengalaman, tetapi juga sebagai momentum untuk merumuskan langkah-langkah konkret ke depan. Sejumlah rekomendasi akan diajukan kepada pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan lainnya sebagai langkah-langkah nyata untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan air bersih dan lingkungan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES