Indonesia Positif

8 Tahun Mangkrak, Pasar Baqa Samarinda Eksis Kembali Usai Diresmikan

Kamis, 16 Mei 2024 - 09:22 | 12.36k
Wali Kota Samarinda Andi Harun foto bersama usai meresmikan Pasar Baqa. (FOTO: Axel/TIMES Indonesia)
Wali Kota Samarinda Andi Harun foto bersama usai meresmikan Pasar Baqa. (FOTO: Axel/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda meresmikan operasional Pasar Baqa Samarinda yang berlokasi di Gang Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Sebelumnya, bangunan pasar tersebut sempat mangkrak 2 kali hingga tertunda selama 8 tahun karena tersandung permasalahan hukum dalam proyek pembangunan hingga dilanjutkan kembali dan diresmikan oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun pada Rabu (15/5/2025). 

Sebanyak 512 pedagang Pasar Baqa sempat direlokasi ke Gedung KNPI. Kemudian kini sebagian pedagang telah memulai kembali menempati pasar seluas 6.179 meter persegi tersebut.

Terdiri dari dua lantai, Pasar Baqa menyediakan fasilitas berupa lift barang, timbangan ukur ulang, dan layar pantauan harga bapokting untuk pengunjung yang terus diupdate dengan harga terkini di pasaran.

“Hari ini kami meresmikan Pasar Baqa yang sudah dinanti-nanti dengan para pedagang agar bisa menjadi kegiatan ekonomi. Disamping mendukung program tata kota, mereka memiliki tempat berdagang yang rapi dan bersih dan gratis. Jadi, semua pedagang senang hari ini akhirnya pasar yang sejak 2018 mangkrak bisa kita selesaikan,” ujar Andi Harun.

Wali kota Samarinda menekankan bahwa pentingnya untuk menjaga kebersihan dan ketertiban pasar untuk menjaga kenyamanan pedagang maupun pembeli. 

Harapannya, dengan diawali dari kesadaran bersama tersebut dapat menjadikan Pasar Baqa menjadi salah satu pasar percontohan di Kalimantan Timur. Kota Samarinda sendiri saat ini menjadi kota dengan jumlah berstandar SNI terbanyak di Kalimantan Timur.

“Sesuai dengan apresiasi presiden saat berkunjung ke Samarinda bahwa pasar kita harus bersih, tertib, dan ramai. Itu yang diharapkan agar pasar kita bisa menjadi pasar percontohan,” kata Wali kota Samarinda.

Lebih lanjut, sosialisasi mengenai pentingnya bertransaksi nontunai juga menjadi fokus ke depan, dengan harapan pedagang dapat memahami tren pasar dan kemampuan mereka untuk beradaptasi. 

Pemerintah berkomitmen untuk memberikan dukungan dalam penyediaan peralatan non tunai, sehingga proses transaksi menjadi lebih mudah dan efisien bagi semua pihak yang terlibat.

“Kedepannya kita lakukan sosialisasi non tunai supaya para pedagang juga bisa memahami kecenderungan masyarakat sekarang itu tidak lagi mau bawa uang tunai ke pasar. Oleh karena itu pedagang juga harus menyiapkan pengetahuan dan kemampuannya untuk ikut bertransaksi nontunai,” urai Andi.

Wali Kota Andi Harun memastikan seluruh pedagang yang berjualan di Pasar Baqa Samarinda akan diberikan peralatan pembayaran nontunai yang bekerja sama dengan perbankan.

“Pemerintah akan bantu support dengan minta bantuan dari pihak terkait untuk menyediakan peralatannya. Dengan demikian, pedagang tidak lagi terbebani mengeluarkan uang untuk membeli peralatan tersebut,” jelasnya.

Terkait keluhan masyarakat masih adanya beberapa permasalahan di bangunan Pasar Baqa, Wali Kota Andi Harun menyebut akan mengupayakan perbaikan dengan memasukkan anggaran perubahan di tahun 2024 ini. 

Sementara, jika pengerjaannya memakan waktu lebih dari 3 bulan, maka akan dituntaskan di tahun 2025.

“Kalau ada yang bisa kita kerjakan di 2024 perubahan, maka kita akan kerjakan. Tapi, kalau ada yang memerlukan waktu lebih dari 3 bulan maka akan kita kerjakan hingga 2025 dan ditargetkan 2025 itu tuntas,” tegasnya.

Selain itu, kendati bangunan pasar sudah rampung dan dapat ditempati, namun masih banyak pedagang yang bertahan berjualan di lokasi sebelumnya dan di area depan Pasar Baqa. 

Mengatasi hal itu, Andi Harun mengatakan, akan melakukan sosialisasi dengan harapan dapat membujuk pedagang untuk pindah berjualan ke dalam lokasi Pasar Baqa yang baru tanpa paksaan.

“Nanti pelan-pelan pedagang yang di depan akan kita tata dengan mendahulukan sosialisasi. Diharapkan, nantinya akan timbul kesadaran bersama bahwa pemerintah bersama Forkopimda menyosialisasikan itu untuk kepentingan bersama, sehingga pedagang Pasar Baqa Samarinda akan pindah dengan sendirinya,” tutupnya. (d)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES