Indonesia Positif

Mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika UNIPMA Ikuti Program Student Exchange ke Filipina

Jumat, 17 Mei 2024 - 15:45 | 10.56k
Berliana Safinatu Qolbi mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika UNIPMA saat di kampus mitra ISATU Filipina. (Foto: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia)
Berliana Safinatu Qolbi mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika UNIPMA saat di kampus mitra ISATU Filipina. (Foto: Humas UNIPMA for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MADIUN – Salah seorang mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Madiun (UNIPMA), Berliana Safinatu Qolbi, mendapatkan kesempatan emas untuk mengikuti program student exchange ke Iloilo Science and Technology University (ISATU) di Filipina. Kegiatan ini merupakan bagian dari program International Credit Transfer (ICT) tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

International Credit Transfer ini merupakan program Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di kampus luar negeri. 

Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, memfasilitasi mahasiswa dengan perspektif global, dengan tidak hanya menyediakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menggunakan bahasa asing sebagai sarana dalam proses belajar, tetapi juga memfasilitasi mereka dengan kesempatan untuk memperoleh pengalaman dalam berinteraksi dengan mahasiswa dan masyarakat dari negara-negara lain.

ISAT.jpg

Program International Credit Transfer merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka untuk memfasilitasi mahasiswa dalam upaya menguatkan dan menambah kompetensi melalui program studi lain atau perguruan tinggi lain.

“Saya berkesempatan belajar dan menambah ilmu dari kampus lain di luar Indonesia, dan bisa mengetahui seperti apa pembelajaran di sana, serta  bisa memiliki teman baru dan menambah wawasan,” ujar Berliana, yang pada saat ini  berada pada semester 5. 

Terdapat berbagai persyaratan ketat untuk bisa mengikuti program bergengsi ini.  “Kita harus memiliki minimum IPK 3.00, membuat curriculum vittae dalam bahasa Inggris, memiliki score TOEFL 500. Lalu ada learning agreement yang harus kita isi, dimana disitu terdapat mata kuliah yg mau kita ambil dan mau kita convert ke mata kuliah di UNIPMA Madiun. Saya juga mempersiapkan aplikasi-aplikasi yang akan dipakai untuk perkuliahan di ISATU,” tutur Berliana.

unupma.jpg

Program International Credit Transfer ini merupakan salah satu upaya nyata dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi di Indonesia. 

Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa Indonesia yang dapat meraih kesempatan belajar di luar negeri dan membawa pulang ilmu serta pengalaman berharga untuk kemajuan pendidikan di tanah air. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Bambang H Irwanto
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES