Indonesia Positif

Busan Global Gathering 2024: Akademisi dan Praktisi Promosikan Budaya Indonesia di Kancah Internasional

Senin, 20 Mei 2024 - 16:31 | 64.52k

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sebanyak lima akademisi dan praktisi budaya Indonesia berpartisipasi dalam program magang di Indonesia Centre, Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan. Program magang ini merupakan hasil kerjasama antara LPDP, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Seoul. Dalam program ini, mereka turut serta dalam Busan Global Gathering 2024, sebuah acara internasional yang memperkenalkan budaya berbagai negara di Korea Selatan. Pada acara ini, peserta magang Indonesia Centre berkolaborasi dengan KBRI Seoul untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat internasional (18/05/2024).

Didampingi oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Seoul Amaliah Fitriah dan Wakil Direktur Indonesia Centre Ni Made Rieke Elitasari, lima peserta ini memperkenalkan budaya Indonesia di berbagai bidang. Veronika Dian Anggarapeni (Mahasiswa Magister Pengkajian Seni Pertunjukan dan Seni Rupa Universitas Gadjah Mada) memperkenalkan lagu daerah dan makanan tradisional Indonesia. Hizkia Pertiwi mempromosikan angklung, Tresna Maya Sofa (Dosen Tari Universitas Negeri Yogyakarta) memperkenalkan tari daerah, Gaga Rizky dari Komunitas Wayang Suket Indonesia memperkenalkan wayang suket, dan Frangky Kurniawan (Mahasiswa Magister Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta) memperkenalkan batik.

Veronika Dian Anggarapeni, salah satu peserta, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting untuk mempercepat pemahaman antar budaya serta mendorong kerjasama antara Indonesia dan Korea Selatan. "Indonesia Centre di bawah pembinaan KBRI Seoul dapat mempromosikan kebudayaan Indonesia, sekaligus mendapatkan exposure sehingga keberadaan Indonesia Centre di Korea Selatan diketahui oleh masyarakat setempat," ujarnya.

Busan-Global-Gathering-2024.jpg

Busan Global Gathering 2024 diikuti oleh berbagai negara dan komunitas yang memperkenalkan budayanya masing-masing. "Warga Busan, warga asing di Busan, kedutaan asing di Korea, dan sektor pariwisata berpartisipasi untuk memamerkan berbagai kebudayaan dari masing-masing tempat," kata Veronika.

Indonesia mempromosikan berbagai budaya, seperti kerajinan tangan, musik tradisional, dan kuliner khas Nusantara. "Kami memperkenalkan batik, angklung, wayang kulit, wayang suket, kostum tari daerah, serta makanan khas Indonesia seperti mie ayam, batagor, sate ayam, es dawet, es campur, dan es teh. Target pengunjungnya adalah 13.000 pengunjung yang terdiri dari warga Busan, pelaku misi diplomasi, komunitas seni, dan kedutaan asing," jelasnya.

Veronika juga menambahkan, "Masyarakat asing sangat tertarik dan antusias untuk mengenal dan mempelajari kebudayaan Indonesia. Booth Indonesia sangat menarik perhatian pengunjung dan media Korea Selatan, seperti KBS, sehingga mendapatkan liputan khusus di KBS News," pungkasnya.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES