Indonesia Positif

Fakultas Perikanan dan Peternakan Unisla Kolaborasi Antisipasi Limbah Kimia dengan SBDI dan Wiseuse International Netherlands

Senin, 27 Mei 2024 - 09:48 | 8.01k
Dosen dan Mahasiswa dari Program Studi Perikanan Unisla bersama Founder SBDI Wiseuse International Netherland saat melaksanakan kunjungan di Tambak Udang IBAP Lamongan. Selasa (21/5/2024). (FOTO: AJP TIMES Indonesia)
Dosen dan Mahasiswa dari Program Studi Perikanan Unisla bersama Founder SBDI Wiseuse International Netherland saat melaksanakan kunjungan di Tambak Udang IBAP Lamongan. Selasa (21/5/2024). (FOTO: AJP TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Fakultas Perikanan dan Peternakan (FPP) Universitas Islam Lamongan (Unisla) berkolaborasi dengan Sustainable Business Development Institute (SBDI) dan Wiseuse International, Netherland, dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Tambak Udang IBAP Lamongan. Selasa, (21/5/2024).

Setelah sebelumnya dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Unisla dengan SBDI, dimana Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Kepegawaian, dan Keuangan, DR Nurul Badriyah, SE., MM, berharap agar kedatangan SBDI dapat memberikan spirit ke Unisla untuk go internasional dan menuju world class university.

"I hope you come here to give spirit for our institution to go international university and world class university (Saya beeharap Anda datang ke sini untuk memberikan semangat bagi institusi kami untuk menuju universitas internasional dan universitas kelas dunia)," ujarnya.

Founder-SBDI.jpg

Acara ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Perikanan, serta perwakilan dari SBDI dan Wiseuse International.

Menurut Nurul, kolaborasi ini berfokus pada antisipasi limbah kimia, sebuah isu krusial dalam industri perikanan yang memerlukan perhatian khusus untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Dengan menggabungkan pengetahuan akademis dan praktik lapangan dari Unisla serta keahlian internasional dari SBDI dan Wiseuse International, Nurul berharap solusi efektif dapat diimplementasikan untuk mengurangi dampak limbah kimia.

Sementara itu Faisol Mas'ud, S.Si.,M.Si, Dekan Fakultas Perikanan dan Peternakan Unisla, berharap agar MoU yang telah ditandatangani tidak hanya menjadi sekadar dokumen, tetapi juga diikuti oleh rencana tindak lanjut atau program lanjutan yang konkret.

"Kami berharap kerjasama ini dapat membawa manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak, khususnya dalam upaya kami menjaga kelestarian lingkungan perairan," katanya.

Acara ini menandai langkah awal dari serangkaian inisiatif yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengelolaan limbah kimia di sektor perikanan, sekaligus memperkuat hubungan antara institusi pendidikan dengan mitra internasional. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ardiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES