Bedah Karma, SOUL Reflection Mengubah Takdir Lewat Kekuatan Energi
Tidak semua perbuatan baik itu baik. Semisal perbuatan baik yang mengandung niat buruk. Semua bisa terasakan oleh energi dan akan dilepaskan melalui karma atau hukum tabur tuai.

Sebarkan Narasi Positif untuk Indonesia
Aplikasi Jurnalisme Positif (AJP) hadir sebagai ruang kolaboratif untuk menebarkan berita baik, inspiratif, dan membangun. Kami mengajak jurnalis, pembuat konten, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menciptakan ekosistem informasi yang sehat, optimis, dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
SURABAYA – Tidak semua perbuatan baik itu baik. Semisal perbuatan baik yang mengandung niat buruk. Semua bisa terasakan oleh energi dan akan dilepaskan melalui karma atau hukum tabur tuai.
Semua hukum alam tunduk, datang tepat waktu sebagaimana apa saja yang ditaburkan.
SOUL Meter, sebuah teknik mengukur kekuatan energi, merupakan langkah mengendalikan energi yang dapat mempengaruhi seluruh kehidupan. Metode tersebut diciptakan oleh Bunda Arsaningsih, seorang pakar energi.
Energi sendiri dapat membebaskan diri dari belenggu kecemasan dan ketakutan serta mengubah kualitas hidup seseorang dengan mencari 'titik api' hingga mencapai keikhlasan sejati.
SOUL Meter ada pada tubuh setiap orang. Mengajarkan eling (melibatkan kekuatan Tuhan dalam setiap proses kehidupan), nrimo (menerima dan ikhlas karena Tuhan tidak pernah salah memetakan sesuatu, tinggal menunggu waktu) serta waspada. Kemampuan membedah sendiri karma masing-masing hingga luruh berserah. Sebagaimana barang siapa mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya.
"Kita mengoptimalkan keberadaan tubuh energi, bahwa manusia tidak hanya tubuh fisik saja. Membuka tabir gaib, mengetahui informasi dan jati diri," terang Bunda Arsaningsih, pakar energi yang memahami proses karma dan reinkarnasi saat acara talkshow di Suara Surabaya, Minggu (26/5/2024).
SOUL Community bersama Yayasan Cahaya Cinta Kasih dalam acara Bedah Karma di Surabaya membongkar sisi lain kekuatan energi dan olah rasa menghadirkan praktisi energi Bunda Arsaningsih dan dr Rastho Mahotama. Para perempuan yang memahami proses karma dan reinkarnasi.
"Setiap kelahiran atau reinkarnasi seseorang melakukan perbuatan baik atau buruk atau karma. Dengan memahami karma, seseorang akan lebih mudah menerima kehidupannya karena memahami hukum tabur tuai," terang Bunda Arsaningsih.
Bunda Arsa akan mengajak setiap peserta mencari sumber penyebab peristiwa dalam hidup manusia dengan mengukur radiasi energi seseorang. Menguatkan knowledge dan power dengan penuh kesadaran.
"Ada sepuluh proses hukum energi yang dikerjakan oleh Tuhan. Salah satunya law of attraction," ucapnya.
Peserta juga akan menjalani Meditasi SOUL Reflection yang dirancang untuk mengubah takdir seseorang. Mengubah energi dari dalam diri.
"Metode ini melibatkan meditasi pembersihan rekaman yang ada dalam diri, berdasarkan prinsip bahwa hukum sejenis menarik sejenis," tambahnya.
Menurut Bunda Arsaningsih, rekaman negatif dalam diri cenderung menarik hal-hal negatif ke dalam hidup seseorang. Maka, pembersihan rekaman negatif dapat diganti dengan afirmasi positif yang sangat penting untuk menarik hal-hal baik ke dalam hidup.
"Meditasi SOUL Reflection akan mengajak peserta untuk menggali dan menyadari rekaman negatif yang ada dalam diri mereka," tandas perempuan kelahiran 1968 pencipta metode SOUL (Spirit of Universal Life).
Proses meditasi melibatkan pengakuan kesalahan yang pernah diperbuat, meminta maaf serta memaafkan dengan sepenuh hati.
Afirmasi positif itu kemudian digunakan untuk menggantikan rekaman negatif sehingga peserta dapat menarik hal-hal baik dan mengubah nasib mereka menuju kehidupan yang lebih harmonis dan penuh cinta.
"Afirmasi positif tidak semua bisa terwujud, karena di bawahnya masih banyak yang negatif, kalau di sistem energi ada proses men-delete dulu. Ibaratnya orang bersih-bersih rumah dulu," ucap Bunda Arsaningsih .
"Kita bermain dengan cahaya cinta energi Tuhan. Oleh karena itu kita bergerak dengan SOUL Reflection agar cahaya Tuhan masuk lebih banyak, baru kekuatan Tuhan menguat dan kita bisa lebih sehat," katanya.
Acara Bedah Karma sendiri telah menyambangi sejumlah kota besar dan sukses mencerahkan lebih dari 2.000 orang di Denpasar, Mataram, Badung Bali dan kini Surabaya kemudian berlanjut ke sejumlah kota lain.
"Setiap talkshow menghasilkan berbagai perspektif dan pengalaman dari peserta di setiap daerah," kata penerima Penghargaan MURI sebagai pemrakarsa senam Yophytta Material gabungan yoga, pilates, Tai Chi dan afirmasi dengan kategori peserta ibu hamil terbanyak 25 ribu peserta.
Ketua Yayasan Cahaya Cinta Kasih, Made Dwi Dharana Wati mengatakan bahwa Bedah Karma dapat membentuk karakter diri yang positif sejak dini.
"Saya selalu mengajak memperluas realita dan pemahaman untuk mengambil langkah-langkah yang tepat," ucapnya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


