Indonesia Positif

Program SEED 4 Women: Kolaborasi jadi Kunci dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Perempuan

Rabu, 29 Mei 2024 - 08:20 | 12.65k
Program SEED 4 Women.
Program SEED 4 Women.

TIMESINDONESIA, MALANG – Selama tiga tahun pelaksaan, program SEED 4 Women berhasil memberikan pembelajaran positif dan dampak signifikan terharap peningkatan keuntungan usaha kepada lebih dari 850 peserta perempuan pengusaha kecil dan 68 Agen Laku Pandai di Kabupaten dan Kota Malang.

Program ini telah menambah lapangaan pekerjaan baru sebesar 17%, meningkatkan akses terhadap layanan keuangan melalui agen lembaga keuangan formal/agen laku pandai sebesar 55%, meningkatkan akses terhadap investasi berupa emas sebesar 55%, meningkatkan penggunaan dompet digital untuk usaha sebesar 58%, dan meningkatnya akses terhadap permodalan usaha sebesar 34%.

Hal ini disampaikan dalam kegiatan “Diseminasi Praktik Baik dan Pembelajaran Program SEED 4 Women” yang diselenggarakan oleh Mercy Corps Indonesia dengan dukungan penuh dari Citi Foundation.

Program SEED 4 Women merupakan bentuk komitmen Mercy Corps Indonesia dan Citi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pemberdayaan perempuan, dan peningkatan literasi serta keterampilan para perempuan pemilik usaha di Malang, Jawa Timur.

Selaras dengan Strategi Nasional Keuangan Inklusif yang mendorong pertumbuhan ekonomi, kegiatan diseminasi ini didukung oleh Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (SDNKI).

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia/Kepala Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), Dr. Ferry Irawan, SE, MSE, Program SEED 4 Women sangat berkontribusi terhadap upaya peningkatan inklusi dan literasi keuangan di Indonesia.

"Penerima manfaat dari program ini secara konkret telah meningkat pengetahuannya dalam pengelolaan keuangan usaha, selain itu mereka juga berhasil mengakses layanan keuangan melalui jaringan agen," ucapnya.

Acara ini dilaksanakan secara hybrid (daring dan luring) dan dihadiri sekitar 300 peserta beserta pemangku kepentingan, diantaranya Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif, Otoritas Jasa Keuangan (OJK),  Koordinator Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) seluruh Indonesia, Gubernur Jawa Timur, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Malang, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang,  Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang, Citi Indonesia, Mercy Corps Indonesia, fasilitator, peserta program dan agen lembaga keuangan formal (LKF) program. 

Dalam sambutan pembuka, Ade Soekadis, selaku Executive Director Mercy Corps Indonesia (MCI) menuturkan dukungan Mercy Corps Indonesia dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan perempuan pengusaha. Ia juga mengatakan bahwa kerjasama dari semua pihak akan menghasilkan ekosistem wirausaha yang baik bagi pertumbuhan ekonomi perempuan pengusaha. 

“Dengan memiliki tujuan peningkatan jumlah karyawan serta peningkatan keuntungan pada peserta, Mercy Corps Indonesia berharap kegiatan pemberdayaan perempuan melalui peningkatan inklusi keuangan dan akses pada peluang ekonomi dapat terus dilakukan dan menjadi referensi baik untuk Pemerintah maupun swasta guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan kesejahteraan perempuan di segala sektor,” tutur Ade Soekadis.
 
Puni Ayu Anjungsari, Director & Country Head of Public Affairs Citi Indonesia, turut menyampaikan rasa senang dan bangga terselenggaranya acara ini.

Puni Ayu mengatakan, setelah pelaksanaan selama tiga tahun, program SEED 4 Women berhasil mencapai bahkan melebihi target pelaksanaan, seperti sebanyak 90-95% peserta telah memiliki kebiasaan menabung, memiliki rekening bank aktif dan bertransaksi melalui Agen Laku Pandai.

Menurutnya, pencapaian ini selaras dengan komitmen Citi sebagai bank global untuk menjalankan misi mendukung pertumbuhan dan kemajuan ekonomi yang nyata dan berdampak melalui kegiatan pengembangan masyarakat.

"Mengingat peran perempuan dalam memajukan perekonomian Indonesia cukup vital, di mana sebesar 64% dari 66 juta pelaku UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan, kami harap program ini dapat bermanfaat dan menarik lebih banyak pihak untuk turut berkontribusi bagi kemajuan pengusaha perempuan," ucapnya.

Kegiatan diseminasi ini juga diikuti oleh sesi diskusi dengan topik “Model Kolaborasi untuk Peningkatan Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan Untuk Perempuan Pengusaha Kecil” dan "Cerita Sukses Perempuan Pengusaha Kecil dan Perempuan Agen Lembaga Keuangan” oleh perwakilan peserta untuk memaparkan cerita sukses dan manfaat yang mereka dapatkan setelah bergabung dalam program SEED 4 Women.

Program SEED 4 Women sendiri bertujuan untuk meningkatkan 10% jumlah tenaga kerja pemilik usaha dan 15% peningkatan keuntungan para perempuan pemilik usaha. Melalui pelatihan dan pendampingan secara daring dan luring mengenai literasi keuangan, manajemen usaha, Go Digital, pendampingan branding, pelatihan menggunakan aplikasi digital pencatatan keuangan usaha dan akses pasar serta pendampingan ke agen lembaga keuangan formal dari mitra program. 

Dalam pelaksanannya, program SEED 4 Women menggunakan model kolaborasi multi-stakeholders dengan mitra strategis seperti Pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota, komunitas lokal, mitra lembaga keuangan formal seperti Bank Syariah Indonesia, Bank Jatim, PT Pegadaian, serta mitra Marketplace Shopee Indonesia.

Kolaborasi tersebut bertujuan untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang mendukung peningkatan usaha perempuan pengusaha kecil agar perempuan pengusaha mampu mengembangkan usahanya, meningkatkan keuntungan usaha, serta membuka kesempatan kerja. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES