Indonesia Positif

Polbangtan Malang Dukung Gerakan Antisipasi Darurat Pangan, Gelar Produk Pertanian

Rabu, 05 Juni 2024 - 16:21 | 11.19k
Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi mengunjungi stan Polbangtan Malang pada gelar produk pertanian di BBPP Ketindan, Rabu (5/6/2024). (Foto: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia)
Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi mengunjungi stan Polbangtan Malang pada gelar produk pertanian di BBPP Ketindan, Rabu (5/6/2024). (Foto: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Kementerian Pertanian (Kementan) menggencarkan gerakan antisipasi darurat pangan, salah satunya yaitu melaksanakan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh. Tak hanya itu Kementan juga melibatkan TNI secara aktif dalam upaya mencapai swasembada pangan. 

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan sektor yang paling siap membangun kehidupan Indonesia yang lebih baik di masa akan datang adalah sektor pertanian. SDM menjadi tulang punggung penggerak pembangunannya.

"Krisis pangan sama dengan krisis keamanan dan politik. Pangan adalah senjata kita, dan kita harus menekan impor bahkan harus bisa menyetop impor, kita harus ekspor," ujar Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan, dari berbagai masalah tersebut berdampak produksi pangan global terganggu.

"Di Indonesia, sejak Februari tahun lalu hingga Maret tahun kita mengalami fenomena alam yang disebut El Nino, kemarau yang berkepanjangan. Solusi mengatasi krisis pangan kita harus Swasembada," ujar Dedi saat membuka Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh (PSPP) Volume 10 Tahun 2024, di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Malang, Rabu (5/6/2024).

Menurut Dedi, Kunci dalam gerakan antisipasi darurat pangan nasional adalah meningkatkan produksi. Karenanya, segala sumber daya dan dukungan perlu difokuskan dalam peningkatan produksi pada musim tanam yang sedang berlangsung maupun yang akan datang.

Polbangtan-Malang-2.jpg

PSPP ini dilaksanakan selama tiga hari, 5 - 7 Juni 2024 secara hybrid yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam peningkatan produksi padi melalui optimalisasi lahan rawa dan pompanisasi di lahan sawah tadah hujan serta pemanfaatan lahan perkebunan untuk padi.

Pada pembukaan PSPP dilaksanakan juga gelar produk P4S se Jawa Timur dan dimeriahkan oleh 20 Stan P4S dari beberapa kabupaten di Jawa Timur dan dari UPT Kementerian Pertanian di Jawa Timur termasuk Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) selaku Provincial Projects Implementation Unit Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (PPIU YESS).

Stan untuk PPIU YESS Jawa Timur diisi dengan produk produk unggulan yang ada dimalang seperti olahan Kopi, Kripiksayur.id, Telur Ayam, dan Day Old Chicken (DOC) Ayam Kampung dan berbagai olahan pertanian lainnya.

Pada kesempatan ini, Kepala BPPSDMP Ketindan berkesempatan mampir dan mencicipi produk yang digelar oleh PPIU YESS Jawa Timur. Dia menyampaikan pesan dan harapan agar produk produk hasil olahan pertanian ini memiliki nilai jual yang tinggi dan dapat diekspor. 

Kegiatan pameran ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk pertanian unggulan, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dengan terus meningkatkan produksi dan kualitas produk, diharapkan Indonesia mampu menjadi negara yang tidak hanya swasembada pangan tetapi juga memiliki daya saing di pasar global. Ini merupakan komitmen Kementerian Pertanian dan seluruh pihak terkait dalam menghadapi tantangan dan mewujudkan kemandirian pangan untuk masa depan yang lebih baik. (d)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES