Indonesia Positif

Pengiring Musik BEC 2024 ‘Ndaru Ndesa’ Siap Memukau Penonton

Kamis, 06 Juni 2024 - 22:45 | 8.56k
Para pengiring Musik BEC 2024 'Ndaru Desa' sedang unjuk kemampuan didepan para penilai dan puluhan penonton. (Foto : Anggara Cahya/TIMES Indonesia)
Para pengiring Musik BEC 2024 'Ndaru Desa' sedang unjuk kemampuan didepan para penilai dan puluhan penonton. (Foto : Anggara Cahya/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Persiapan event megah nan spektakuler Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2024 yang bakal digelar pada Juli mendatang dengan tema ‘Ndaru Desa’, Revival of Village terus dikebut. Kali ini para musisi pengiring musik BEC siap pukau para penonton.

Keseriusan pengiring musik dalam meriahkan BEC 2024 yang menjadi panggung nasional karena masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) itu, pada Kamis (6/6/2024) para musisi BEC mempresentasikan hasil latihanya di depan para penilai.

Dijelaskan oleh Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, Ainur Rofiq bahwasanya, para pemain musik pengiring maupun vokalis telah intens berlatih untuk menampilkan yang terbaik selama dua bulan.

“Pengiring musik BEC sudah latihan selama dua bulan, yang digarap oleh Nanang dan tim yang melibatkan sekitar 3 vokalis, sinden, dan 12 musisi,” jelas Rofiq.

Rofiq juga menerangkan, presentasi hasil latihan musik BEC yang digelar pada panggung event ‘Banjoewangi Kolo Semono’ itu sudah menggarap 12 judul lagu yang ditampilkan. Meski begitu nantinya para musisi pengiring musik BEC bakal membawakan 14 lagu.

“Untuk 2 lagu masih dalam proses penggarapan,” terangnya.

Nantinya, masih Rofiq, setelah dilakukan evaluasi dari hasil yang disajikan oleh para musisi dan vokalis dengan dinikmati oleh banyak orang. Tahap berikutnya adalah penyempurnaan musik dari hasil penilaian dan masukan para juri yang terdiri dari kurator dan akademisi.

“Nanti tanggal 27 Juni latihan mereka akan disempurnakan lagi  bersama penilaian kostum yang akan digelar di Agro Wisata Tamansuruh (AWT),” tandasnya.

Latar belakang musisi maupun musik BEC kali ini sendiri merupakan sebuah kolaborasi antara musisi dan musik etnik bersanding dengan musisi dan musik modern. Hal ini menyimbolkan sebuah keharmonisan dalam sebuah musik.

“Namun tetap pada musik etnik yang akan lebih ditonjolkan,” jelas Rofiq.

Sementara itu, salah satu penilai yakni Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Hasan Basri dalam kesempatanya berkomentar mengatakan, secara keseluruhan iringan musik sudah baik, mulai dari cengkok dan musik yang enjoy didengarkan.

Namun, Hasan Basri menggaris bawahi, jika beberapa judul lagu kurang nampak mistis, dan terkesan terlalu masuk genre pop. Kemudian masih ragu dalam mengambil cengkok Banyuwangi.

“Sudah bagus tinggal disempurnakan kembali, ada beberapa judul lagu yang menarik dan saya suka,” tutur Hasan Basri. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES