Indonesia Positif

Berkat Campur Tangan Tuhan, Doa Suparmi Terkabul Dapat Anugerah Rumah Layak Huni

Sabtu, 08 Juni 2024 - 23:38 | 11.65k
Suparmi sedang Memasak untuk Bertahan Hidup. (Foto: Kunjungan Tim Wasev ke Lokasi TMMD Kodim 0813/Bojonegoro)
Suparmi sedang Memasak untuk Bertahan Hidup. (Foto: Kunjungan Tim Wasev ke Lokasi TMMD Kodim 0813/Bojonegoro)

TIMESINDONESIA, BOJONEGORO – Jarum jam di dinding yang menempel pada rumah Suparmi, warga Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, menunjukkan pukul 03.00 WIB. Dari atas dipan reot beralaskan tikar plastik dan tanpa selimut ini, telah menemani dirinya sejak puluhan tahun lalu di rumahnya yang terbuat dari bilik bambu. Kerutan muka yang nampak tebal dan jelas, menandakan bahwa usianya tidak muda lagi, sudah berusia lanjut di atas 80 tahun.

Mendengar suara jam yang berdentang dan diiringi dengan kokok ayam jantan, wanita tua ini pun perlahan bangun dari tempat pembaringannya. Sambil mengucek mata, ia berharap hari esoknya akan semakin baik dan tidak lagi suram. Maklum, setelah ditinggal pergi oleh suaminya, dirinya harus berjuang sendirian untuk bertahan hidup di rumah warisan sang suaminya itu.

Dengan berjalan tertatih-tatih dan membungkuk, Suparmi segera beranjak dari dipan reyotnya dan menuju ke belakang rumah untuk memasak. Sangat miris, tempat dapur yang terbuka di bawah langit luas seakan menjadi saksi kemiskinan yang dialaminya.

Dengan alat dapur seadanya dan juga menu bahan makanan seadanya yang didapat dari hasil buruh mengambil daun di hutan, Suparmi tetap menikmatinya demi bertahan hidup. “Pripun malih, kadhang ngutang ning warung, mergo yo kadhang oleh dhuit, kadang mboten! (Bagaimana lagi, kadang hutang di warung, karena ya kadang dapat uang, kadang tidak)!,” terang Suparmi dengan tatapan mata yang tajam, seolah penuh makna ingin melupakan pahitnya kehidupan.

Tak putus asa, dengan ketulusannya, Suparmi terus berdoa dan tak kenal lelah dalam menjalani hidup. Berkat keikhlasannya, doa Suparmi akhirnya terjawab sudah. Pj. Bupati Bojonegoro, Adriyanto bersama Komandan Distrik Militer (Dandim) 0813/Bojonegoro, Letkol Czi Arief Rochman Hakim mengunjungi rumahnya. 

Komandan Kodim 0813/Bojonegoro Bersama Pj Bupati cek Lokasi TMMD

Dengan nampak canggung, Suparmi menemui Dandim dan juga Pj. Bupati Bojonegoro sambil bertanya keperluan keduanya. “Nuwun sewu wonten wigatosan punapa nggih pak, kok rawuh dhateng gubug kulo? (Mohon maaf ada keperluan apa ya pak, kok datang ke rumah saya)?” tanya Suparmi.

“Makaten mbah, kulo kalih pak Bupati sowan mriki badhe ngaturi pirso, bilih panjenengan dalemipun badhe dipun bangun. (Begini mbah, saya sama Pak Bupati datang ke sini memberi tahukan bahwa rumahnya akan dibangun),” jawab Dandim Arief yang kebetulan asli Bojonegoro ini kepada Suparmi.

“Nopo leres saestu pak griya kula ajeng dibangun? (Apa benar pak rumah saya mau dibangun?” timpal Suparmi yang masih nampak bingung dan bertanya-tanya.

“Nggih leres mbah, dalemipun badhe dipun bangun. Mbah Suparmi layak angsal rehab dalem? (Iya benar mbah, rumahnya akan di bangun. Mbah Suparmi layak dapat rehab rumah?” sambung Pj. Bupati Bojonegoro, Adriyanto, SE., MM.

Mendengar bahwa rumahnya akan dibangun, Suparmi nampak berkaca-kaca. Hati dan pikiran Suparmi campur aduk antara percaya dan tidak. Sampai-sampai tak terasa Suparmi meneteskan air mata sebagai tanda rasa haru dan bahagia. “Ya Allah, matur sembah nuwun sanget donga kula dipun kabulaken! (Ya Allah, terima kasih sekali doa saya dikabulkan)!,” kata Suparmi sambil menyeka air mata yang mengalir di pipinya.

Akhirnya, rumah Suparmi yang hanya memiliki kamar tidur, tempat masak yang beratapkan langit dan satu buah dipan tanpa kain untuk selimut ini pun menjadi pilihan untuk dilaksanakan pengerjaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-120 Kodim 0813/Bojonegoro.

Keadaan tersebut juga dibenarkan Kepala Dusun Napis, Abu Sukur, bahwa rumah Suparmi dan beberapa rumah lainnya yang tidak layak huni dikunjungi satu per satu, sehingga ada 12 unit rumah yang harus diperbaiki melalui program TMMD ke-120 Kodim 0813/Bojonegoro.

“Ada 6 rumah di desa Napis dan 6 lagi di Malingmati. Mereka sangat layak untuk dibantu. Rata-rata yang mendapatkan rehab Rutilahu, mereka pekerjaannya buruh tani dan juga petani kecil. Salah satunya termasuk bu Suparmi ini,” katanya.

Lebih lanjut, Abu Sukur juga menjelaskan bahwa, penduduk di desa Napis yang bekerja sebagai pengambil daun seperti Suparmi ini, mereka setiap hari harus rela berjalan sejauh 6 sampai 7 kilometer, karena di desa ini tidak ada angkutan yang membawa mereka ke hutan. Mereka bertani di hutan lantaran ada yang tidak punya sawah atau kebun. “Hanya hutan yang dapat mereka manfaatkan untuk menanam dan bertahan hidup," terangnya.

Sementara, Dansatgas TMMD Kodim 0813/Bojonegoro, Letkol CZI Arief Rochman Hakim juga membenarkan apa yang disampaikan Kepala Dusun. “Karena kita mengingat dari 7000 masyarakat sekitar desa Napis dan Malingmati, di mana 37 persen adalah masyarakat yang miskin, maka sebagai Dansatgas yang memiliki tanggung jawab terhadap teritorial di wilayah ini, tentu menjadikan hati kami terketuk untuk memberikan yang terbaik. Oleh karena itu, melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0813/Bojonegoro ini, kami bersama-sama dengan pemerintah, di mana salah satunya membangun Rutilahu milik bu Suparmi ini," katanya.

Arief juga menjelaskan, dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ini, selain sasaran fisik, juga dilaksanakan kegiatan non fisik.

“Dalam TMMD ini, untuk pengerjaan fisik kita selain rutilahu juga mengerjakan pembangunan sarana prasarana (sarpras) air bersih di dua desa yakni, desa Napis dan Malingmati masing-masing 9 sarana, pembangunan jalan aspal di desa Malingmati dengan volume 543 X 3 m dan di desa Napis dengan volume 1.294 X 3 m, rehabilitasi chek dam di desa Malingmati, pembangunan pelindung tebing sungai di desa Napis, dan rehab ruang kelas SDN Napis IV. Kemudian untuk kegiatan non fisik diantaranya penyuluhan pencegahan dan dampak kekerasan perempuan dan anak, ketrampilan kerja bagi masyarakat, edukasi gizi dan pencegahan stunting remaja dan masih banyak lagi,” urainya.

Satgas TMMD Kerja Cepat Rehab Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni), Suparmi Terharu

TMMD-2.jpgRumah Suparmi Dibangun Satgas TMMD Bersama Warga.

Tepat pada hari Rabu (8/5/2024), sekitar pukul 08.00 WIB, di lapangan Embung Desa Napis, nampak pasukan berpakaian doreng, Kepolisian, Aparat Sipil Negara (ASN), dan juga masyarakat berkumpul di untuk melaksanakan upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-120 di wilayah Kodim 0813/Bojonegoro.

Pj. Bupati Bojonegoro, Adriyanto mengatakan bahwa, dalam pelaksanaan TMMD ke-120 ini, pemerintah daerah mengucurkan dana sekitar 4,7 M yang digunakan untuk pelaksanaan pengerjaan fisik maupun non fisik.

Selain itu, menurutnya, program TMMD yang dilaksanakan merupakan bentuk sinergitas antara Pemkab dan TNI, serta kerjasama dengan seluruh instansi, termasuk kepolisian, DPRD, dan seluruh jajaran. Dengan adanya sinergi yang baik ini, harapan ke depannya adalah agar dapat terus membangun Bojonegoro bersama-sama. “Saya berharap pelaksanaan TMMD ini dapat memberikan berkah baik bagi TNI, pemerintah daerah, dan juga warga desa Napis dan Malingmati,” pintanya.

Setelah pelaksanaan pembukaan selesai, seluruh anggota satgas TMMD langsung menuju sasaran pekerjaan masing-masing dengan membawa alat yang diperlukan. Nampak terlihat kekompakan serta gotong royong antara anggota satgas TMMD dengan warga desa Napis dan Malingmati seperti tanpa batas. Mereka saling hormat-menghormati dan bahu membahu demi terselesainya program TMMD di wilayah Kodim 0813/Bojonegoro.

TMMD-3.jpgSatgas TMMD Kodim 0813/Bojonegoro Bersama Warga Bangun Sasaran Fisik.

Suara gemuruh mesin molen dan teriakan dari satgas TMMD dan warga menjadi saksi bahwa desa Napis dan Malingmati sedang berusaha mempercantik wilayahnya. Roda kendaraan yang mengangkut material juga menjadi saksi bahwa desa Napis dan Malingmati siap memasuki fase kehidupan baru yang lebih cerah.

Danrem 082/CPYJ, Kolonel Inf Heri Rustandi merasa bangga dan terharu. Dia tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada anggota satgas dan juga masyarakat desa Napis dan Malingmati. "Sebagai Danrem, saya sangat terharu. Dan ini merupakan tujuan utama dari pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa, sehingga antara anggota satgas TMMD dan juga warga desa dapat memahami makna dan tujuan TMMD ini. Jadi bukan hanya pembangunan fisik saja yang berhasil, tetapi juga pembangunan non fisik serta ajaran yang tertanam dalam TMMD ini dapat menjadi contoh yang baik bagi anggota Satgas dan juga masyarakat," katanya.

Tim-Wasev.jpgKunjungan Tim Wasev ke Lokasi TMMD Kodim 0813/Bojonegoro

Sementara itu, Tim (Pengawas dan Evaluasi) Wasev Mabesad Jakarta saat meninjau lokasi pengerjaan TMMD Kodim 0813/Bojonegoro, Mayjen TNI Dian Sundiana juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Forkopimda Bojonegoro, Forkopimcam Tambakrejo dan Pemerintah desa Napis dan Malingmati yang telah menyambut tim pengawasan dan evaluasi TMMD dengan baik.

Selaku tim pengawasan dan evaluasi, ia menilai, pelaksanaan kegiatan program TMMD ke- 120 di Kabupaten Bojonegoro sudah sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat dengan teliti. Pihaknya yakin bahwa seluruh kegiatan yang dilaksanakan, baik sasaran fisik maupun nonfisik program yang mengusung tema 'Darma Bakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan di Wilayah' tersebut bisa tepat waktu.

"Harapan kami tentunya dengan penyelenggaraan program TMMD ini dapat membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan, serta meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat pedesaan," ujar Mayjen TNI Dian Sundiana.

tangis-suparmi.jpg

Isak Tangis Bahagia Suparmi Ikut Doakan Satgas TMMD

Kegigihan dan tanggung jawab para anggota Satgas TMMD dan juga warga masyarakat desa Napis dalam bekerja membangun rumah Rutilahu, membuat warga sekitar terharu. Melihat itu, Suparmi bahkan tak bisa mengucapkan apa-apa, karena merasa mulutnya terkunci. Isak tangisnya pun pecah lantaran bahagia bercampur gembira, rumahnya yang dulu tidak layak kini telah usai dibangun.

Terlebih lagi, disaat Panglima Kodam (Pangdam) V Brawijaya menyempatkan singgah di rumah Suparmi, Air mata Suparmi tak dapat terbendung lagi sambil menatap sang Panglima Kodam V. Tak ayal Sang Jenderal pun ikut merasa haru kepada Suparmi yang nampak bahagia dengan rumah barunya. Mayjen TNI Rafael Granada Baay seperti mengetahui apa yang dirasakan Suparmi saat ini. Bercampur bangga dan penuh bahagia dengan hasil kinerja para anggota satgas TMMD di Desa Napis dan Malingmati, Mayjen TNI Rafael Granada Baay memberikan ungkapan terima kasih kepada satgas, Ormas dan juga semua pihak yang telah menyelesaikan pekerjaan TMMD dengan baik.

Pangdam-V-Brawijaya.jpgPangdam V Brawijaya Saat Tinjau Lokasi rumah Suparmi

“Kula namung saget ngucapaken matur sembah nuwun sanget kalih pak tentara lan ugi warga ingkang sampun nyukani tenaga kaliyan wedalipun kanthi ikhlas bangun griya kula. Donga kula, mugi-mugi pak tentara lan ugi warga desa dipun paringi pahala ingkang kathah lan ugi rejeki ingkang barokah (Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak kepada pak tentara dan juga warga yang telah memberikan tenaga dan waktunya dengan ikhlas membangun rumah saya. Doa saya, semoga pak tentara dan juga warga desa diberi pahala yang banyak dan juga rejeki yang barokah," ucapnya sambil menahan isak tangisnya.

Suparmi Kini Bisa Hidup Nyaman dengan Rumah Barunya

Berkat kerja keras dan gotong royong antara anggota satgas TMMD, kepolisian, satpol PP, dan warga desa Napis, pengerjaan rumah Suparmi dapat diselesaikan dengan baik. Bangunan yang sebelumnya hanya berupa papan yang sudah rusak dan memiliki satu ruang tidur saja, kini rumahnya dapat ditempati dengan layak berkat bantuan dari pemerintah daerah Kabupaten Bojonegoro dan Kodim 0813/Bojonegoro. Suparmi tidak perlu khawatir lagi tentang kebocoran, kedinginan di malam hari, dan juga kebersihan rumahnya yang sudah memenuhi syarat kesehatan.

Berkah TMMD Beri Sinar Asa bagi Warga

Rumah-Suparmi.jpg Rumah Suparmi yang Baru dan Siap Ditempati

Ternyata program TMMD di Bojonegoro tak hanya Suparmi saja yang merasa gembira dan bahagia, namun juga warga desa Napis dan juga Malingmati juga turut bahagia dan gembira.  Mereka dapat ikut serta merasakan manfaat yang diberikan oleh satuan tugas (Satgas) TMMD Kodim 0813/Bojonegoro. Pasalnya, setelah pelaksanaan TMMD ke-120 telah selesai ditutup dan anggota satgas pun kembali ke satuan masing-masing pekerjaan hasil karya satgas TMMD dan masyarakat dapat dinikmati seluruh warga, baik warga desa Napis dan Malingmati.

Setelah kepergian anggota satgas TMMD, kini desa Napis dan Malingmati hanya dapat menyisakan kenangan terindah saat bersama anggota satgas TMMD. Warga kedua desa tersebut hanya mampu menatap kepergian mereka dan mengiringi para satgas TMMD dengan ucapan doa tulus. Tetesan air mata mereka melepas kepergian satgas TMMD memberikan harapan yang pasti, baik kepada anggota satgas TMMD, maupun harapan dalam menyongsong masa depan yang lebih baik, baik dari segi ekonomi maupun kemajuan pembangunan desanya.

Mereka, warga Desa Napis dan Malingmati pun menyadari bahwa, pelaksanaan serta keberhasilan TMMD ke-120 di wilayah Kodim 0813/Bojonegoro ini tidak akan pernah berhasil dengan baik tanpa kerja keras, tekad, semangat, serta campur tangan Tuhan dan doa yang ikhlas.

Mereka pun berjanji, hasil yang telah dibangun selama ini akan senantiasa dijaga dan dirawat dengan baik. Mereka juga berharap, pelaksanaan program TMMD tetap terus dipertahankan, karena program tersebut memberikan pelita bagi daerah yang memerlukan sentuhan dan perhatian dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di segala bidang. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES