Indonesia Positif

Dukung Penanganan Stunting di Kabupaten Malang, Rumah Pangan untuk Edukasi Pola Konsumsi B2SA

Jumat, 14 Juni 2024 - 18:45 | 12.88k
Bupati Malang, HM Sanusi, didampingi Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, di sela launching dan sosialiasi Rumah Pangan di Desa Bululawang, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jum'at (14/6/2024). (Foto Amin/TIMESIndonesia)
Bupati Malang, HM Sanusi, didampingi Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, di sela launching dan sosialiasi Rumah Pangan di Desa Bululawang, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jum'at (14/6/2024). (Foto Amin/TIMESIndonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Bupati Malang, HM Sanusi, mengunjungi acara launching Rumah Pangan 2024 di Desa Bululawang, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jum'at (14/6/2024). 

Keberadaan Rumah Pangan ini sebagai penunjang upaya pencegahan stunting di wilayah setempat, dengan edukasi penerapan pola konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA). 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi mengungkap, pelaksanaan kegiatan melalui rumah pangan ini merupakan upaya integrasi dan konvergensi penanganan stunting. 

Yakni, dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat  menerapkan pola konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) dalam mengkonsumsi bahan pangan sehari-hari.

Bupati-Malang-HM-Sanusi-b.jpg

"Peran DKP dalam konvergensi stunting adalah memastikan, bagaimana menerapkan pola pangan di masyarakat baik melalui sosialisasi, pelatihan olahan makan B2SA, dan pemanfaatan pekarangan. Dan, ini diupayakan bisa diterapkan menyeluruh pada semua wilayah di Kabupaten Malang," terang Mahila Surya, di sela kegiatan, Jumat (14/6/2024). 

Dalam kegiatan Sosialisasi Panganku di Desa Bululawang tersebut, lanjutnya, juga bertujuan mengedukasi masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi pangan B2SA sehari-hari dalam rangka meningkatkan kualitas konsumsi pangan, sehingga dapat mengurangi faktor rIsiko stunting.

Rumah Pangan dan sosialiasi pangan B2SA ini sendiri didukung sepenuhnya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2024 ini dukungan yang diberikan dalam bentuk hibah kepada TP-PKK Desa Bululawang sebesar Rp60 juta. 

Menurut Mahila, hibah ini harus dimanfaatkan untuk keseluruhan rangkaian kegiatan Rumah Pangan B2SA Tahap Penumbuhan. Diantaranya, mencakup tiga kali sosialisas dan 60 kali pemberian makan pada 40 anak resiko stunting, selama Juni sampai November 2024. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES