Indonesia Positif

Sejuta Kisah di Hamparan Sawah

Minggu, 16 Juni 2024 - 15:55 | 9.45k
Danrem 081/DSJ Kolonel Inf H. Sugiyono saat berdialog dengan petani Madiun. (FOTO: dok TI)
Danrem 081/DSJ Kolonel Inf H. Sugiyono saat berdialog dengan petani Madiun. (FOTO: dok TI)

TIMESINDONESIA, MADIUN – Pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa. Kurangnya ketersediaan pangan dapat membahayakan stabilitas ekonomi dan stabilitas nasional.

Terlebih dihadapkan dengan ancaman krisis pangan dunia saat ini yang disebabkan oleh banyak faktor yang membuat bangsa ini perlu melakukan berbagai upaya untuk menjamin ketersedian dan memperkuat ketahanan pangan nasional. 

Sugiyono-2.jpg

Melihat kondisi tersebut, Danrem 081/DSJ Kolonel Inf H. Sugiyono terjun ke lapangan untuk membantu kesulitan petani maupun mengolah lahan-lahan tidur yang selama ini tidak tersentuh.

Di balik perjuangannya dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah dan meningkatkan kesejahteraan para petani hingga teruntai sejuta kisah di hamparan sawah.

Mengolah Lahan Tidur

Asrama Bosbow yang berlokasi di Kota Madiun merupakan sebuah bangunan tua peninggalan zaman penjajahan Belanda. Di bangunan yang kini difungsikan sebagai asrama atau tempat tinggal bagi anggota Korem 081/DSJ, juga masih terdapat lahan tidur dan terbengkalai.

Namun dengan kreativitasnya, Danrem berhasil mengubah lahan itu menjadi lahan produktif dengan ditanami berbagai jenis sayur-sayuran, mulai dari terong, kacang panjang, mentimun, tomat, dan cabai.

Tak sebatas itu, di lahan seluas hampir 2.000 meter persegi itu juga terdapat budidaya ikan nila dan domba.

Selain untuk memperkuat ketahanan pangan, hasil dari upayanya itu juga diperuntukkan untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi anggotanya dan masyarakat sekitar. 

Menyerap Aspirasi dan Mencarikan Solusi

Sebagai pahlawan pangan, berbagai kesulitan petani harus dapat dibantu dicarikan solusinya. Mengingat pentingnya hal tersebut, Kolonel Inf H. Sugiyono tak mau tinggal diam. Ia terjun langsung ke lapangan untuk berkomunikasi dan mendengarkan keluh kesah dari para petani.

Seperti yang terbaru saat ia berkomunikasi dengan para petani bawang merah di Desa Kajang, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk dan petani padi di Desa Gunungan, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan.

Berbagai kesulitan yang disampaikan para petani pun berhasil ditindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama instansi terkait. Antara lain dalam kesulitan mendapatkan air untuk pertanian, pupuk, hingga keterbatasan alat mesin pertanian (Alsintan) dan tenaga pertanian.

Bantu Masa Tanam Petani

Saat petani dihadapkan dengan keterbatasan Alsintan dan tenaga pertanian yang menghambat waktu masa tanam, pria kelahiran Pacitan itu juga turut membantu para petani, baik melakukan tanam padi maupun jagung yang kerap dilakukan.

Bahkan salah satu aksinya yang dilakukan pada dini hari di area persawahan Balerejo, Kabupaten Madiun, hingga dibantu dengan penerangan menggunakan lampu petromak.

Bantu Mengolah Lahan Petani

Untuk mengejar masa tanam petani agar setahun dapat 3 kali panen, Danrem pun membantu petani dalam mengolah lahan menggunakan traktor. Seperti yang dilakukan beberapa waktu lalu di area persawahan Desa Gunungan, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan.

Meski harus berkubang dengan lumpur dan melawan teriknya matahari, tak menyurutkan langkahnya untuk membantu dan memberikan pengabdiannya kepada para petani.

Atasi Kesulitan Air untuk Pertanian

Musim kemarau saat ini merupakan salah satu mimpi buruk bagi para petani. Kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi lahan membuat para petani terancam gagal panen dan merugi.

Guna mengatasi permasalahan tersebut, pamen TNI AD ini berpacu dengan waktu untuk mengakselerasikan program pipanisasi dan pompanisai bantuan dari Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Mentan Andi Amran Sulaiman.

Kini program yang dilaksanakan serentak di seluruh wilayah jajarannya telah dapat dinikmati para petani dan berhasil meningkatkan Perluasan Areal Tanam (PAT) serta Indeks Pertanaman (IP).

Bantu Panen Raya

Saat menghadapi musim panen raya, Danrem juga tak tinggal diam. Bahkan saat panen raya padi di Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, ia hingga menerjunkan anggotanya untuk membantu.

Upayanya itu dilakukan untuk memangkas biaya yang dikeluarkan, agar para petani bisa mendapatkan keuntungan lebih dan semakin sejahtera.

Kini lelahnya terbayar sudah, kerja kerasnya dalam membantu kesulitan dan meningkatkan kesejahteraan para petani telah dapat dinikmati dan berdampak luas. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES